Sabtu, Juli 11, 2026
No menu items!

5 Jenis Kulit Wajah dan Cara Merawatnya Agar Sehat dan Glowing

Jakarta, Satu Indonesia – Setiap orang pasti memiliki jenis kulit wajah yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti genetik, usia, hormon, hingga lingkungan tempat tinggal.

Di Indonesia sendiri, dimana terdapat iklim tropis yang panas dan lembap, jenis kulit berminyak dan kombinasi memang lebih sering dijumpai. Namun, bukan berarti jenis kulit kering, normal, atau sensitif tidak ada. Nah, mengenali jenis kulit wajah sangat penting agar Anda bisa memberikan perawatan yang tepat dan efektif sesuai kebutuhan kulit.

Jenis Kulit Wajah

Pada umumnya ada 5 jenis kulit yang sering teridentifikasi pada sebagian besar orang, diantaranya kulit wajah kering, berminyak, normal, kombinasi dan sensitif.

Jenis kulit wajah tersebut diidentifikasi berdasarkan seberapa banyak produksi sebum atau minyak yang dihasilkan oleh kelenjar kulit.

Namun, perlu dicatat bahwa tingkat produksi sebum pada kulit dapat berubah seiring berjalannya waktu dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti stres, genetika, hormon, kelembapan, dan proses penuaan alami.

Mengetahui jenis kulit wajah Anda penting guna memilih produk dan perawatan yang sesuai. Dilansir dari cderma.id, berikut penjelasan lengkapnya!

1. Normal

Jenis kulit wajah normal memproduksi sebum dalam kadar yang relatif normal, tidak kurang maupun berlebihan. Kulit wajah normal merupakan tipe yang paling mudah dirawat tanpa adanya potensi rentan akan kondisi tertentu seperti timbulnya jerawat.

Tipe kulit normal biasanya hampir tidak memiliki masalah kulit apapun. Bahkan pori-pori yang ada pada jenis kulit wajah ini jauh lebih samar dibanding yang lainnya.

Selain itu, tingkat sensitivitas akan suatu produk atau kondisi pun cenderung minim. Bila Anda memiliki tipe kulit normal, perlu fokus pada perawatan dasar, rutin dengan pembersihan wajah, aplikasikan pelembap dan tabir surya. Akan lebih baik dengan tetap gunakan serum untuk mempertahankan kulit tetap cerah segar.

Lakukan beberapa tips di bawah ini untuk merawat jenis kulit wajah normal:

  • Cukup Minum Air: Agar kulit tetap lembap dan tidak memproduksi minyak berlebih.
  • Pakai Sunscreen: Lindungi kulit dari sinar matahari, bahkan saat di dalam ruangan.
  • Gunakan Pelembap: Oleskan pagi dan malam supaya kulit tetap terhidrasi.
  • Bersihkan Makeup: Hapus makeup sebelum tidur agar pori-pori tidak tersumbat.
  • Cuci Muka Sebelum Tidur: Tetap cuci wajah meski tidak pakai makeup untuk hilangkan kotoran.

2. Kering

Kurangnya kelembapan pada kulit dapat menyebabkan kulit berkerut, bersisik dan kasar. Kondisi inilah yang disebut dengan kulit kering.

Jenis kulit wajah kering cenderung menghasilkan lebih sedikit sebum atau minyak. Akibatnya, jenis kulit ini rentan terhadap kekeringan dan terhadap perubahan cuaca.

Bila Anda memiliki kulit kering, beberapa tips berikut dapat Anda lakukan:

  • Minum air putih yang cukup banyak serta konsumsi buah dan sayur yang kaya akan
  • Hindari Mandi atau mencuci wajah dengan air panas atau hangat secara berlebihan
  • Gunakan sabun pembersih yang lembut, bahkan sebaiknya mengandung pelembap
  • Hindari gerakan menggosok saat mengeringkan wajah
  • Jaga hidrasi kulit Anda dengan menggunakan produk pelembap untuk menjaga tingkat kelembapan normal dan stabil pada kulit
  • Gunakan selalu sunscreen agar terhindar dari paparan matahari secara langsung mapun tidak langsung
  • Dapat memilih untuk menggunakan humidifier untuk menjaga kelembapan suhu ruangan yang berdampak pada kelembapan kulit

3. Berminyak

Jenis kulit wajah berminyak ditandai dengan tampilan yang kilap pada kulit wajah dan banyaknya produksi minyak pada wajah sepanjang hari. Hal ini karena kelenjar sebaceous yang terlalu aktif pada kulit.

Orang dengan jenis kulit kering sebaiknya memilih produk pembersih dengan lebih hati-hati. Produk apapun yang dapat membuat kulit semakin kering harus dihindari.

Penting melakukan perawatan kulit sesuai cuaca atau musim agar kebutuhan kulit terpenuhi. Kondisi jenis kulit wajah kering dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti genetik, perubahan hormon, usia, cuaca, konsumsi obat-obatan tertentu.

Bila Anda memiliki kulit kering, beberapa tips berikut dapat Anda lakukan:

Orang dengan jenis kulit wajah berminyak umumnya memiliki lebih sedikit kerutan. Akan tetapi, karena sifatnya yang berminyak, tipe kulit wajah ini menimbulkan pori-pori yang lebih besar dibandingkan dengan tipe kulit lainnya.

Selain itu, masalah kulit seperti pori besar, jerawat, komedo, dan bekas jerawat umumnya dialami oleh orang dengan tipe kulit berminyak. Sebagai catatan, meskipun produksi sebum berlebihan, bukan berarti tipe kulit ini tidak membutuhkan pelembap.

Beberapa faktor yang menjadi penyebab adanya kulit berminyak diantaranya ialah genetik, perubahan hormon, cuaca, hingga terlalu sering melakukan eksfoliasi kulit.

Ada beberapa tips untuk menjaga kulit berminyak, yaitu:

  • Pilih pelembap dengan bahan dasar air (water-based) yang bebas minyak serta non-komedogenik, tekstur yang ringan seperti gel atau lotion untuk menghindari penyumbatan pori-pori dan produksi sebum berlebih.
  • Cuci muka dua kali sehari untuk membersihkan kotoran yang ada pada permukaan kulit dan pori pori.
  • Hindari cuci muka yang terlalu sering. Hal ini dapat mengakibatkan kulit kehilangan minyak penting sehingga akan lebih sensitif dan rentan akan terhadap masalah kulit seperti jerawat.
  • Jangan memencet jerawat karena dapat membuat infeksi dan bekas luka serta masa pemulihan yang semakin lama.
  • Pilih produk berlabel non-comedogenic atau produk yang tidak menyumbat pori-pori.

4. Kombinasi

Kulit wajah Anda bisa saja lebih kering di area tertentu, tetapi memiliki produksi sebum berlebih di area-area lainnya. Kondisi ini biasa disebut sebagai jenis kulit wajah kombinasi.

Banyak orang memiliki kulit wajah kombinasi dimana area T-zone mereka, seperti dahi, hidung dan dagu terlihat kilap dan memiliki lebih banyak sebum dibanding kulit pipi. Jenis kulit wajah satu ini dapat bervariasi pada musim yang berbeda dalam setahun dan disebabkan oleh berbagai faktor seperti stres atau fluktuasi hormon.

Selain itu, kulit kombinasi juga perlu terlindungi dengan baik dari sinar matahari karena lebih berminyak dibandingkan jenis kulit lainnya serta lebih sensitif terhadap masalah akibat sinar matahari.

Tips di bawah ini mungkin berguna untuk Anda dengan jenis kulit wajah kombinasi:

  • Pilih pembersih dengan partikel kecil sehingga lebih lembut di wajah. Hal ini untuk menghindari penyumbatan pori-pori yang cenderung lebih besar.
  • Lakukan eksfoliasi kulit 2 atau 3 kali dalam seminggu. Eksfoliasi berlebihan hanya akan merusak permukaan kulit.
  • Gunakan sunscreen yang berlabel oil-free guna menghindari produksi sebum berlebih.
  • Gunakan dua jenis skincare berbeda untuk area kulit berminyak dan kering pada wajah Anda.

5. Sensitif

Jenis kulit wajah sensitif lebih mudah mengalami iritasi serta masalah kulit lainnya. Orang yang memiliki jenis kulit ini biasanya rentan akan panas, gatal, dan alergi.

Meskipun faktor penyebab permasalahan kulit banyak, bagi orang dengan kulit sensitif seringkali penyebabnya ialah kandungan dalam produk skincare yang digunakan. Cari tahu penyebab atas segala permasalahan kulit yang Anda miliki agar dapat dihindari.

Ada beberapa tips untuk menjaga kulit sensitif:

Pembersih wajah

  • Pilih pembersih yang lembut: Gunakan pembersih wajah yang bebas sabun, bebas pewangi, dan bebas alkohol karena bahan-bahan tersebut dapat mengiritasi kulit.
  • Cuci muka dua kali sehari: Bersihkan wajah pada pagi dan malam hari untuk menjaga kebersihan kulit.
  • Jangan menggosok terlalu keras: Keringkan wajah dengan menepuk-nepuknya menggunakan handuk lembut, hindari menggosoknya terlalu kuat. 

Pelembap dan tabir surya

  • Gunakan pelembap: Kulit sensitif rentan kering, jadi aplikasikan pelembap setelah mencuci muka untuk menjaga kelembapan dan memperkuat skin barrier. Pilih pelembap yang hipoalergenik dan tidak menyumbat pori.
  • Gunakan tabir surya setiap hari: Lindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan menggunakan tabir surya khusus kulit sensitif dengan SPF 30 atau lebih. Hindari paparan sinar matahari langsung yang berkepanjangan. 

Pilihan produk dan bahan

  • Hindari bahan keras: Jauhi produk yang mengandung alkohol, pewangi, dan bahan kimia keras lainnya seperti astringen.
  • Lakukan patch test: Sebelum memakai produk baru, oleskan sedikit di area kecil kulit dan tunggu 24 jam untuk memastikan tidak ada reaksi alergi.
  • Pilih produk hipoalergenik: Cari produk yang memang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif dan memiliki label hipoalergenik. 

Kebiasaan perawatan dan gaya hidup

  • Batasi waktu mandi: Mandi terlalu lama atau menggunakan air panas dapat membuat kulit kering dan iritasi. Batasi waktu mandi tidak lebih dari 10 menit dan gunakan air hangat, bukan air panas.
  • Hindari eksfoliasi berlebihan: Pengelupasan kulit secara berlebihan atau menggunakan eksfolian yang keras dapat merusak kulit sensitif.
  • Jalani pola hidup sehat: Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, dan mengelola stres dengan baik. 

TERPOPULER

TERKINI