Sukabumi, Satu Indonesia – Ditengah isu mandeknya pembentukan Kabupaten Sukabumi Utara, aktivis Pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara, Dadang Sopandi, membantah dengan tegas anggapan tersebut.
Dalam keterangannya, Kamis (25/9/2025), Dadang menyatakan bahwa perjuangan pembentukan Kabupaten Sukabumi Utara tidaklah mandek melainkan masih berjalan.
Ia menegaskan, meskipun banyak kritik dari sejumlah pihak yang menilai gerakan pemekaran terkesan stagnan dan kehilangan arah, tim presidium masih aktif melakukan berbagai langkah strategis.
Langkah-langkah tersebut termasuk menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat daerah maupun pusat.
“Kami terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat daerah maupun pusat. Presidium tidak pernah berhenti bekerja. Perjuangan ini tetap berjalan,” tegasnya.
Menurut Dadang, meski pemerintah pusat memberlakukan moratorium pemekaran daerah sejak 10 tahun terakhir. Dimana kebijakan ini menghentikan sementara proses pembentukan daerah otonom baru (DOB), termasuk rencana pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara.
Namun semangat perjuangan tidak pernah surut dan antusiasme para tokoh di wilayah utara Kabupaten Sukabumi tetap tinggi dalam mendorong terwujudnya kabupaten baru.
Pemekaran wilayah Sukabumi Utara memiliki urgensi yang kuat, terutama untuk meningkatkan pelayanan publik dan pemerataan pembangunan.
Selain itu, Dadang yang juga menjabat Wakil Ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara (KSU) menyambut baik terhadap adanya keinginan untuk regenerasi di tubuh presidium. Ia menilai bahwa perjuangan pemekaran sudah seharusnya melibatkan semua elemen masyarakat.
“Saya setuju jika presidium ada regenerasi. Presidium ini adalah organisasi masyarakat Sukabumi Utara, dan tentunya harus bisa mewadahi semua kalangan—baik tokoh masyarakat, politisi, pengusaha, akademisi, jurnalis, maupun organisasi kepemudaan, termasuk generasi milenial,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dadang mendorong agar inisiatif regenerasi datang dari pemerintah daerah, terutama sebagai bentuk komitmen terhadap gerakan pemekaran.
“Bagusnya Pemda berinisiatif mengumpulkan tokoh-tokoh di Sukabumi Utara. Dari situ, bisa dibicarakan bagaimana semua kalangan menjadi bagian dari tim presidium,” ujar Dadang.

