Samarinda, Satu Indonesia – Banjir di Kota Jukir bukan lagi kejadian luar biasa, ia telah menjelma menjadi rutinitas yang melelahkan bagi warganya.
Meski begitu, semangat mereka tak pernah surut. Masyarakat Samarinda terus berjuang, meski kepayahan dalam genangan yang tak kunjung reda.
Di banyak titik, genangan bukan lagi sekadar air setinggi mata kaki—melainkan arus deras yang menyeret sepeda motor, merendam rumah, dan memaksa anak-anak belajar di lantai dua.
Intensitas hujan yang tinggi kerap berujung pada ritual yang tak diinginkan: air merangkak naik, jalanan berubah menjadi sungai dadakan, dan aktivitas warga terhenti seketika.
Tak hanya hujan, fenomena pasang surut Sungai Mahakam pun terus mengancam. Saat debit air meninggi, warga kembali sibuk menyelamatkan harta benda dari genangan yang datang tanpa ampun.
Samarinda, kapan kau akan pulih?
Source: Instagram/ @visual.udara, @ibenkni

