Samarinda, Satu Indonesia – Kota Samarinda kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan kota yang sehat, aman, dan layak huni.
Pada Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi Kota Sehat Tahun 2025 yang berlangsung Senin (4/8/2025) di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Andi Harun tampil langsung memaparkan capaian Kota Tepian dalam mewujudkan indikator kota sehat kepada tim pusat yang mengikuti secara daring.
Langkah wali kota ini mendapat apresiasi khusus. Salah satu anggota tim verifikasi pusat menyebut kehadiran langsung kepala daerah sebagai nilai tambah penting dalam proses evaluasi.
“Menjadi nilai plus, sebuah paparan dalam verifikasi lapangan, yang langsung disampaikan oleh wali kota,” ujar tim verifikator pusat melalui sambungan Zoom.
Apresiasi juga datang dari Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, drg Murti Utami, MPH, yang menyampaikan rasa terima kasih atas peran aktif Samarinda dalam mengikuti seluruh tahapan penilaian penghargaan Swasti Saba 2025.
“Partisipasi aktif dan sangat baik ini menjadi semangat bersama untuk terus bergerak menyesuaikan diri dengan dinamika global dan transformasi kebijakan kesehatan masyarakat,” kata Murti.
Dalam paparannya, Andi Harun menekankan bahwa visi Kota Samarinda 2025–2029 adalah Samarinda Maju untuk Kaltim Maju, yang kemudian dijabarkan dalam lima misi pembangunan, seluruhnya terkoneksi dengan prinsip penyelenggaraan kota sehat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang hadir, dipimpin Sekretaris Daerah Hero Mardanus Satyawan, serta Forum Kota Sehat (FORKOTS) Samarinda yang diketuai Rinda Wahyuni bersama ketua harian Nina Endang Rahayu.
“Pencapaian ini adalah hasil kerja bersama. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dari tingkat kota hingga kelurahan,” ujar Andi Harun.
Berdasarkan dokumen hasil penilaian mandiri dan verifikasi administrasi, Samarinda menunjukkan performa kuat dalam hampir seluruh tatanan. Di antaranya, pencapaian 91% Open Defecation Free (ODF), cakupan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan sebesar 92,47%, dan kepemilikan Buku KIA mencapai 96,2%.
Program inovatif seperti Doctor on Call, Rumah Sehat Layak Huni (RUSLANI), hingga pembangunan Taman Cerdas sebagai Ruang Bermain Ramah Anak menjadi bukti nyata bahwa Kota Samarinda tidak hanya mengejar indikator administratif, tetapi juga menghadirkan perubahan riil di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, tata kelola kelembagaan kota sehat diperkuat dengan regulasi Perwali Nomor 36 Tahun 2024 dan anggaran mencapai Rp549 miliar lebih. Selain itu, 100% kelurahan telah memiliki kelompok kerja kelurahan sehat dan forum komunikasi tingkat kecamatan.
Di sektor pendidikan, 174 sekolah telah menerapkan konsep Sekolah Ramah Anak, sementara pelayanan kesehatan ramah anak hadir di 21 puskesmas. Di sektor pariwisata, 83,87% destinasi wisata menerapkan pariwisata inklusif.
Dengan sinergi kuat antara pemerintah, forum masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, Samarinda bakal kembali meraih penghargaan kota sehat Swasti Saba tahun 2025.
“Penghargaan Kota Sehat bukan tujuan akhir, melainkan jalan menuju kualitas hidup masyarakat yang lebih baik,” tutup Andi Harun.

