Samarinda, Satu Indonesia – Memelihara kucing bisa menjadi sebuah kesenangan tersendiri. Selain tentang tingkah lakunya yang menggemaskan, kucing juga memiliki cara unik untuk berkomunikasi dengan pemiliknya—salah satunya lewat gerakan ekor.
Meski tidak bisa bicara, ekor kucing adalah “bahasa tubuh” yang kaya makna dan bisa mengungkap suasana hati mereka.
Dengan memahami arti dari gerakan ekor kucing, maka kamu dapat lebih mudah memahami perasaan dari kucing peliharaanmu. Dilansir dari ruparupa.com, berikut adalah gerakan-gerakan ekor kucing beserta maknanya:
Ketahui Mood Kucing Dari Gerakan Ekornya
Buat yang belum tahu, ekor kucing bukan sekedar bagian tubuh yang membantu kucing untuk seimbang, melainkan juga menjadi alat komunikasi yang penting.
Kucing seringkali mengkomunikasikan perasaan dirinya, mulai dari kegembiraan, rasa penasaran, hingga ketakutan atau kemarahan, lewat gerakan ekornya.
1. Memukul Ekor ke Lantai
Saat kucing memukul ekor ke lantai, artinya kucing sedang merasa kesal atau marah. Perilaku ini menandakan bahwa kucing sedang merasa terganggu dan perlu jarak.
2. Mengedutkan Ujung Ekor
Mengedutkan ujung ekor memiliki dua arti pada kucing. Hal ini bisa berarti kucing sedang berburu dan bermain atau sedang kesal dan frustasi. Untuk mengetahui dengan pasti, identifikasi apakah kucing sedang bermain atau tidak.
3. Ekor Kucing Berkibas
Ketika kucing menggerakan seluruh ekornya dari satu sisi ke sisi lain, hal ini berarti kucing sedang fokus kepada suatu objek dan siap menerkam.
4. Bulu Ekor Kucing Berdiri
Kucing yang merasa terancam atau takut dapat dilihat dari bulunya. Dalam kondisi ini, tulang punggung kucing akan melengkung dan bulunya akan menjadi tegak di sepanjang punggung dan bawah ekor,
5. Ekor Kucing Terselip
Kalau kucing menyelipkan ekor di bawah kakinya dengan erat, kemungkinan kucing sedang merasa ketakutan. Hal ini juga menunjukkan bahwa kucing sedang tidak nyaman dengan lingkungannya.
6. Melilitkan Ekor di Tubuh Hewan Lain
Melilitkan ekor di tubuh hewan lain dapat berarti persahabatan. Menurut ASPCA, tindakan ini juga menunjukkan bahwa kucing tidak bermaksud untuk membahayakan orang lain, melainkan sedang melakukan pendekatan dan interaksi sosial.
7. Ekor Melilit Tubuhnya Sendiri
Melilitkan ekor di tubuh sendiri memiliki arti yang berbeda dengan melilitkan di tubuh hewan lain. Ketika kucing melilitkan ekor saat santai atau tidur, kucing menunjukkan kepuasan. Namun, jika melilitkan ekor saat berjongkok, hal ini berarti pertahanan.
8. Ekor Kucing Bergetar
Jika bergetar, kucing biasanya sedang menandakan wilayahnya atau sedang buang air kecil. Saat kucing mengalami hal ini, ini juga menunjukkan bahwa kucing belum di steril.
9. Ekor Kucing Tegak Lurus
Kucing yang sedang bahagia akan menegakkan ekornya ke atas. Ekor yang tegak lurus ini juga menandakan kepercayaan diri, kegembiraan, dan kepuasan.
10. Ekor Kucing Tegak Lurus dan Bergetar
Berbeda saat sedang tegak lurus, ekor kucing yang tegak sambil bergetar menunjukkan bahwa kucing bisa didekati dan mereka biasanya akan bersikap ramah.
11. Ekor Kucing di Posisi Rendah
Posisi rendah menandakan bahwa kucing sedang merasa takut, cemas, dan defensif. Ketika kucing sedang di posisi ini, kucing dapat bertindak kasar karena sedang dalam posisi defensif dan tidak ingin didekati.
12. Ekor Kucing Melengkung Seperti Tanda Tanya
Lengkungan pada ekor dapat mengisyaratkan dua hal. Pertama, kucing sedang menunjukkan keramahan atau keceriaan dan ingin menghabiskan waktu bersama pemilik. Sebaliknya, hal ini juga bisa menunjukkan kewaspadaan. Hal ini dapat dibedakan dari pupil mata kucing.
Memahami arti gerakan ekor kucing dapat membantu pemilik merespons perasaan dan perilakunya dengan tepat. Dengan memahami isyarat ini, ikatan antara kucing dan pemiliknya dapat diperkuat, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih baik dan harmonis bagi hewan peliharaan.

