Sabtu, April 25, 2026
No menu items!

Pilu! Bocah 8 Tahun Diasuh Anjing, Hanya Berkomunikasi dengan Gonggongan

Lap Lae, Satu Indonesia – Sebuah kisah memilukan menguak di Negeri Gajah Putih, Thailand, tepatnya di Distrik Lap Lae, Provinsi Uttaradit.

Alih-alih menjalani hidup normal dengan diasuh oleh orangtuanya, seorang bocah laki-laki dikabarkan menjalani hidupnya dengan hanya berinteraksi bersama anjing-anjing peliharaannya.

Alhasil, bocah tersebut hanya bisa menggonggong layaknya seekor anjing.

Dilansir dari media Khaosod English, bocah laki-laki malang berinisial A tersebut tidak pernah masuk ke Taman Kanak-kanak (TK).

Bocah delapan tahun itu dikabarkan sempat masuk Sekolah Dasar satu kali bersama ibunya ketika dia mencapai usia Kelas 1. Namun setelah itu, A tidak pernah tampak lagi.

Sang ibu sebenarnya mendapatkan dana dukungan pendidikan sebesar 400 baht atau sekitar Rp 200.000 dari pemerintah. Tetapi uang tersebut  tidak pernah dipergunakannya untuk melanjutkan pendidikan anaknya, A.

Pihak sekolah setempat pun penasaran dengan kondisi A lalu memutuskan untuk mengecek tempat tinggalnya. Betapa terkejutnya mereka saat mengetahui bahwa ternyata A tinggal di daerah “zona merah” yang dipenuhi narkoba.

Menghuni sebuah rumah panggung satu lantai yang terbuat dari kayu, pihak sekolah mendapati bahwa anak tersebut tinggal bersama ibunya yang berusia 46 tahun, abangnya berusia 23 tahun, dan enam ekor anjing.

Sang ibu diketahui kerap mengemis uang dan makanan dari kuil dan warga, hingga membuat warga lelah dengan perilaku tersebut.

Yang menyedihkan ialah, warga mengucilkan A, melarang agar anak-anak disana bergaul dengan A ataupun saudaranya.

Hal itulah yang membuat lingkup interaksi A menjadi sangat terbatas, mendorongnya untuk hidup dengan enam anjing-anjingnya sampai akhirnya meniru perilaku hewan-hewan tersebut. A tidak lagi berbicara layaknya manusia, ia hanya berkomunikasi dengan suara menyerupai anjing.

SCMP melaporkan, saat sang ibu mengemis uang dan makanan di desa-desa dan kuil-kuil setempat, A ditinggal di rumah dan ditemani anjing-anjingnya.

Kepala sekolah setempat lantas menghubungi politisi dan aktivis Paveena Hongsakul, presiden Paveena Hongsakul Foundation for Children and Women, untuk menyampaikan kekhawatirannya.

Setelah mengetahui situasi tersebut, Paveena berkoordinasi dengan beberapa lembaga termasuk Letnan Kolonel Polisi Charoen Daengruang dari Kantor Polisi Lap Lae, pejabat Kementerian Pendidikan, dan personel Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia. 

Tim gabungan pun bergerak cepat mendatangi rumah tersebut untuk memberikan bantuan. Paveena Hongsakul mengaku sangat sedih melihat keadaan bocah tersebut.

“Dia tidak berbicara, dia hanya menggonggong. Sungguh menyedihkan melihatnya,” kata Paveena yang memimpin upaya penyelamatan bersama polisi setempat.

Polisi Lap Lae juga melakukan tes urine pada sang ibu dan abangnya. Hasilnya, keduanya positif memakai narkoba. Keduanya lalu didakwa sedangkan A ditempatkan di bawah perawatan perlindungan di Panti Asuhan Anak Uttaradit.

Paveena telah berkoordinasi dengan Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pendidikan Dasar Thir Phawangkhanant dan Direktur Pusat Manajemen Kesejahteraan dan Keamanan Trin Kandokmai untuk memastikan agar A menerima pendidikan berkelanjutan. 

Kini Paveena Hongsakul Foundation for Children and Women akan memantau perkembangan A bersama Kementerian Pembangunan Sosial dan Pendidikan Thailand.

TERPOPULER

TERKINI

Ikan Sapu-Sapu Hendak Diolah Jadi Siomai, Lima Pria Diamankan di Jakpus

Jakarta, Satu Indonesia – Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan lima pria yang kedapatan mengambil daging ikan sapu-sapu hasil tangkapan di bantaran anak Kali...