Minggu, April 26, 2026
No menu items!

Budaya Indonesia Diperkenalkan di Korea Selatan, Dua Sanggar Tari Jaksel Ukir Prestasi

Jakarta, Satu Indonesia – Para seniman tari yang tergabung dalam Sanggar Tari Svadara Warna Indonesia dan Sanggar Sardulo Aji Manggolo berhasil mengharumkan nama Indonesia di negeri ginseng, Korea Selatan.

Kolaborasi antara Sanggar Tari Svadara Warna Indonesia dari Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dan Sanggar Sardulo Aji Manggolo dari Jakarta Selatan tersebut telah mengukir prestasi membanggakan yakni memenangkan festival tari dengan meraih “Bronze Award” dalam ajang “Powerful Daegu Festival 2025” di Kota Daegu, Korea Selatan, pada 9-12 Mei 2025.

Dalam keterangannya, Senin (12/5/2025), Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan, Rusmantoro menyampaikan apresiasinya pada delegasi dari Sanggar Tari Svadara Warna Indonesia yang sudah berlatih dan bekerja keras berjuang membawa serta memperkenalkan seni budaya Indonesia kepada khalayak luas di mancanegara.

“Saya ucapkan terima kasih atas dukungan yang juga datang dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, yang turut membantu kelancaran keikutsertaan Indonesia di ajang ini, serta memberikan apresiasi atas upaya promosi budaya yang dilakukan oleh para peserta,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua rombongan Sanggar Tari Svadara Warna Indonesia, Alfrida mengatakan, sebagai sanggar binaan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Svadara menampilkan karya berjudul “Pertunjukan Reog Ponorogo Sasmita Selaras” yang memadukan elemen Jathilan, Bujang Ganong, Warok, dan Reyog.

“Tarian ini merupakan bagian dari kesenian Reog Ponorogo yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO,” ujar Alfrida.

Dalam pementasan tersebut, Sanggar Svadara bekerja sama dengan Sanggar Sardulo Aji Manggolo dari Jakarta Selatan di bawah pimpinan Aji Pangestu yang turut menghadirkan pelatih koreografi dan pembarong profesional.

“Kolaborasi ini menghasilkan pertunjukan yang memukau dewan juri dan ribuan penonton dari berbagai negara,” paparnya.

Menurut dia, festival tari tahunan ini menjadi salah satu ajang bergengsi di Korea Selatan dengan kategori internasional yang tahun ini diikuti oleh 17 grup dari 11 negara, termasuk Taiwan, Jepang, Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura, Hong Kong, China, Uzbekistan, Bulgaria, dan Indonesia.

Lebih lanjut Alfrida menjelaskan bahwa dalam kompetisi ini tiap peserta diwajibkan menampilkan dua format durasi, 10 menit dan empat menit.

Sejumlah tantangannya, yakni penari harus tampil maksimal dalam cuaca musim semi yang unik, matahari bersinar terik, tetapi suhu udara tetap rendah, berkisar antara 12 derajat celcius hingga 19 derajat celcius pada 10-11 Mei 2025.

TERPOPULER

TERKINI

Ikan Sapu-Sapu Hendak Diolah Jadi Siomai, Lima Pria Diamankan di Jakpus

Jakarta, Satu Indonesia – Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan lima pria yang kedapatan mengambil daging ikan sapu-sapu hasil tangkapan di bantaran anak Kali...