Jumat, Mei 1, 2026
No menu items!

Yuk, Cegah Kontaminasi Silang pada Makanan!

Samarinda, Satu Indonesia – Kita pasti sudah pernah mendengar istilah kontaminasi silang. Kontaminasi silang pada makanan bisa terjadi ketika mikroorganisme berbahaya berpindah dari satu sumber ke makanan lain.

Perpindahan ini bisa melalui peralatan, tangan manusia, atau makanan lain. Hal ini dinilai berbahaya karena bisa menyebabkan penyakit bawaan makanan yang berisiko bagi kesehatan.

Ada tiga jenis utama kontaminasi silang:

  1. Peralatan ke makanan – Misalnya, menggunakan pisau yang sama untuk memotong daging mentah dan sayuran tanpa mencucinya terlebih dahulu.
  2. Orang ke makanan – Seseorang yang tidak mencuci tangan setelah menyentuh bahan mentah dapat mentransfer bakteri ke makanan yang siap dikonsumsi.
  3. Makanan ke makanan – Makanan yang sudah terkontaminasi dapat mencemari makanan lain jika disimpan bersama atau bersentuhan langsung.

Namun, tidak perlu khawatir, kontaminasi silang atau cross contamination ternyata bisa lho kita cegah. Untuk menghindari terjadinya kontaminasi silang, coba ikuti 5 tips mudah ini, seperti dilansir dari sluurp.com!

– Pakai talenan berbeda

Setiap dapur rumah tangga harus memiliki 2 talenan berbeda. Satu talenan digunakan untuk sayur dan buah, sedangkan talenan lain untuk memotong daging mentah dan unggas.

Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kontaminasi silang karena dapat terjadi perpindahan bakteri dari daging ke buah, sayuran, atau makanan lain.

Talenan bisa dipisahkan dengan mencari warna atau jenis yang berbeda.

Pastikan juga untuk mencuci talenan dengan benar. Gunakan air sabun dan siram dengan air hangat atau panas.Jangan lupa juga membersihkan wastafel cuci piring secara berkala dengan cuka atau deterjen supaya kuman tidak berkembang biak di wastafel.

Jangan lupa cuci tangan

Tangan adalah ‘alat’ yang paling bekerja ketika di dapur. Untuk itu, sebelum mulai menyiapkan makanan, cucilah tangan sampai bersih.

Setelah memasak atau menyiapkan makanan, jangan lupa untuk mencucinya kembali.

Mencuci tangan yang benar bukan sekadar membasahi tangan dengan air dingin selama 2 detik. Pertama kamu perlu membasahi tangan dengan air lalu gunakan sabun. Gosok tangan, lengan, dan sela-sela jari selama 10-15 detik. Barulah bilas dan keringkan dengan tisu.

Hindari mengeringkan tangan dengan handuk karena mungkin tangan akan terkontaminasi kembali dari bakteri atau kuman yang menempel di handuk.

– Simpan daging dan unggas di tempat terpisah

Saat menyimpan daging mentah atau unggas lain di kulkas, sebaiknya tempatnya dipisah dengan penyimpanan buah, sayuran, atau makanan lain.

Makanan seperti daging dan unggas perlu disimpan di bagian paling bawah kulkas. Kamu juga perlu menyimpannya dalam kantong plastik untuk mencegah cairan menetes.

Saat merendam makanan, pastikan melakukannya di atas meja dapur dan dalam wadah tertutup.

Saus yang digunakan untuk memarinasi daging mentah, unggas, atau makanan laut lain juga harus dibuang atau direbus sebelum digunakan pada makanan lain.

– Tidak perlu mencuci daging

Banyak perdebatan terkait perlu atau tidaknya mencuci daging atau unggas sebelum dimasak. Namun, beberapa orang lebih setuju untuk tidak mencuci daging atau unggas sebelum dimasak.

Alasannya karena membilasnya air dapat menyebabkan air memercik ke seluruh meja dapur, wastafel, dan piring di dekatnya. Air ini mungkin mengandung bakteri.

Lebih baik memasak daging, unggas, atau makanan laut dengan suhu tepat karena akan membunuh bakteri atau kuman.

– Cuci sayuran dengan benar

Kontaminasi silang juga bisa terjadi pada buah dan sayuran. Hal ini umumnya terjadi akibat mengiris sayuran dan buah.

Kotoran di bagian luar dan bakteri yang ditemukan di bagian luar buah dan sayuran bisa masuk ke bagian dalam.

Selain itu, bakteri, virus, dan sisa pestisida di buah dan sayuran juga bisa berpindah ke makanan lain atau alat di dapur jika tidak dicuci terlebih dahulu.

Oleh karena itu, lebih baik membilas buah dan sayuran dengan air mengalir terlebih dahulu untuk menghilangkan kotorannya.

TERPOPULER

TERKINI