Jakarta, Satu Indonesia – Mendikdasmen Abdul Mu’ti usai menutup Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah di Sawangan, Depok pada Rabu (30/4/2025) menyampaikan bahwa sejumlah daerah siap untuk menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.
Untuk itu, sebut Mu’ti, Kota Denpasar dapat dijadikan contoh sebagai salah satu daerah dengan praktik baik.
“Sekarang ini daerah-daerah baik provinsi maupun kabupaten kota sedang menyusun juklak dan juknis pelaksanaan SPMB. Sebagian sudah selesai, sebagian masih dalam penyusunan,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti, dilansir dari Kumparan.
Ada sejumlah daerah yang disebut secara spesifik oleh Mu’ti. Mereka adalah Kota Denpasar, Kota Tangerang Selatan, Kota Surakarta, dan Kota Semarang.
Mu’ti mengatakan sistem pendataan pokok pendidikan (dapodik) di Denpasar tercatat sudah baik. Sebab, secara otomatis menutup pendaftaran ke sekolah negeri bila daya tampung sudah penuh. Mereka akan diarahkan ke sekolah swasta.
Siswa di Denpasar dapat bantuan
Pemkot Denpasar juga memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp1,5 juta per tahun bagi siswa yang tak tertampung di sekolah negeri.
“Nah, bantuan ini diberikan berdasarkan bukti, mereka mendaftar ke negeri dan tidak diterima, sehingga ketika mereka berada di swasta, itu dibantu per anak [Rp] 1,5 juta. Ini salah satu contoh saja, dan itu kami baru tahu setelah ada konsolidasi nasional ini,” lanjutnya.
Kebijakan ini diharapkannya dapat direplikasi oleh daerah lain. Tentunya dengan menyesuaikan kemampuan fiskal masing-masing untuk SPMB 2025.
Redaksi
.

