Jakarta, Satu Indonesia – Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur membuka Program Pelatihan Kerja Reguler Angkatan II di Gedung PPKD, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim), Rabu (16/4/2025).
Pelatihan keterampilan kerja ini menyasar puluhan pelaku tawuran agar bisa mendapatkan keterampillan serta pekerjaan yang layak sehingga tidak lagi terlibat aktifitas tawuran.
Dalam keterangannya, Rabu (16/4/2025), Kepala PPKD Jakarta Timur Teguh Hendarwan menyatakan bahwa kegiatan pelatihan ini dinilai memerlukan komitmen dari para pelaku tawuran tersebut.
“Harus ada komitmen dari mereka untuk sampai tuntas menyelesaikan pelatihan yang ada. Saya berharap mereka mengikuti sampai selesai,” ucap Teguh.
Teguh menjelaskan, pada pelatihan kerja ini terdapat 400 peserta dengan rincian 320 peserta reguler dan 80 peserta melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi Mobile Training Unit (MTU).
Selain itu, dari 400 peserta tersebut, di antaranya terdapat 22 peserta yang selama ini terlibat tawuran. Padahal, saat sosialisasi dan pendataan terdapat 86 peserta yang merupakan pelaku tawuran.
“Dari 86 sampai dengan terakhir pendaftar itu yang masuk data dan yang mengikuti pelatihan sekarang ada 22 peserta dan mereka masih berlanjut,” lanjutnya.
Pada saat pendaftaran, pihaknya melakukan wawancara, pengarahan dan mendatangkan ahli psikolog untuk mengajak para pelaku tawuran melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat.
Sejak permulaan bulan Ramadhan lalu pihaknya juga sudah memperkenalkan program-program kerja yang ada di PPKD Jakarta Timur. Total tercatat 86 orang dari beberapa kelurahan di Kecamatan Jatinegara dan sudah disiapkan untuk mereka beberapa kejuruan.
Menurut Teguh, para pelaku tawuran secara umum masih memiliki motivasi untuk berubah. Mereka digalakkan untuk lebih baik mengikuti pelatihan kerja di PPKD Jakarta Timur untuk mengasah pengetahuan dan keterampilan di dunia kerja.
Ia juga menghimbau para warga agar tidak melewatkan peluang yang baik ini. Dengan syarat, harus berkomitmen untuk mengikuti pelatihan sampai tuntas, tidak boleh berhenti di tengah jalan.
“Ini peluang nih bagus buat warga. Yuk, kita ikut pelatihan! Cuma harus punya komitmen, jangan nanti program, misalkan, barista 30 hari, mesin las 45 hari, di tengah jalan bubar, kan susah juga kita,” ujarnya.
Teguh berharap para pelaku tawuran yang sudah sempat mengikuti pendaftaran dan sosialisasi pelatihan kerja di PPKD Jakarta Timur bisa mengikuti pelatihan di angkatan berikutnya.
Pelatihan ini menjadi salah satu strategi untuk mengendalikan dan mengantisipasi tawuran yang seringkali terjadi di Jakarta Timur, khususnya di wilayah Kelurahan Cipinang Besar Utara (Kecamatan Jatinegara) dan Klender (Kecamatan Duren Sawit).
Kelas kejuruan pelatihan kerja reguler di PPKD Jaktim antara lain pariwisata, bisnis manajemen, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), tata kecantikan, bahasa, elektronik, otomotif, pariwisata dan las. Waktu pelatihan sekitar 30-70 hari sesuai kejuruan.
Sedangkan kejuruan yang dilaksanakan menggunakan MTU antara lain TIK, otomotif, fesyen, tata kecantikan, pariwisata dan refrigerasi, dengan waktu pelatihan 20 hari.

