Senin, Juni 15, 2026
No menu items!

Sarung Samarinda Bakal jadi Cenderamata Khas untuk setiap Tamu ke Kaltim

Samarinda, Satu Indonesia – Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur (Kaltim), utamanya di Kota Samarinda bakal mendapatkan perhatian khusus.

Pasalnya, saat Evaluasi Capaian Kinerja 2020-2024 Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Gubernur Kalimantan Timur H Rudy Mas’ud meminta penghasil Sarung Samarinda Kampung Tenun di wilayah Samarinda Seberang ini mendapatkan perhatian khusus.

“Untuk Kampung Tenun saya minta ditingkatkan pembinaannya ya. Agar produk yang dihasilkan yaitu Sarung Samarinda bisa mendunia. Karena ini ciri khas Kaltim, khususnya Samarinda,” tegas Gubernur Rudy di ruang rapat lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim, Senin (14/4/2025) sore.

Ia menjelaskan, pembinaan ini dalam upaya peningkatan dan pengembangan kualitas produk yang dihasilkan.

“Jadi, hasil tenunan Sarung Samarinda-nya benar-benar berkualitas, melalui proses pembuatan dengan teknik menenun yang rumit, menggunakan alat tenun tradisional yang biasa disebut ‘gedokan’,” tambahnya.

Menurutnya, dengan kualitas yang bagus, berapapun jumlah produksinya kita serap, “Jadi setiap ada tamu nasional bahkan internasional yang datang, cenderamata-nya Sarung Samarinda. Kita bikin Sarung Samarinda itu mendunia,” pinta Gubernur.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan akan sangat concern dengan pengembangan pariwisata di Kaltim.

Gubernur Kalimantan Timur H Rudy Mas’ud disampingi SekdaProv Kaltim, Sri Wahyuni beserta jajaran saat Evaluasi Capaian Kinerja 2020-2024 Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim di ruang rapat lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim, Senin (14/4/2025) sore | Pemprov Kaltim/HO.

Untuk itu, kepada Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Ririn Sari Dewi, Gubernur Kaltim meminta potensi pariwisata Kaltim selain objek wisata di Berau juga dapat dikembangkan.

Sementara untuk ekowisata, ada Batu Dinding dan riam (jeram) di Mahakam Ulu, serta karst Mangkalihat yang membentang di Kutai Timur-Berau, yang merupakan situs purbakala. Kemudian juga ada destinasi wisata budaya kerajaan, seperti Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Kukar, Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur di Berau, serta Kesultanan Sadurengas di Paser.

“Kalau pulau Derawan, Maratua, Kakaban itu sudah menjadi wisata mancanegara dan unggulan,” terang Ketua Partai Golkar Kaltim ini.

Selanjutnya, sebut Gubernur, tinggal bagaimana membenahi akses transportasi, baik melalui jalur darat, laut maupun udara, sinyal telekomunikasi, akomodasi serta fasilitas umum lainnya.

Disamping itu, sambung Rudy, dukungan sumber daya manusia (SDM) dengan menempatkan orang-orang yang menarik perhatian (good looking), ramah dan komunikatif, agar para wisatawan memiliki kesan yang baik ketika berwisata ke Benua Etam julukan Kalimantan Timur.

Orang nomor satu di Kaltim ini juga lebih jauh mengutarakan bahwa potensi yang ada di Kaltim harus didukung dengan pengembangan ekonomi kreatif (ekraf). Dengan demikian, kata dia, pembangunan pariwisata di Kaltim akan maju kedepannya. Sehingga diharapkan dapat dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di seputaran objek wisata.

Disisi lain yang tak kalah penting menurutnya, yaitu pemasaran, dengan menjual paket wisata, misalnya Bali-Jawa Timur-Kalimantan Timur. Karena di Kaltim ada potensi baru, yaitu Ibu kota Nusantara (IKN) yang mempunyai nilai jual parawisata tinggi.

“Jadi harus conect ke marketnya, kita punya produknya, tinggal bagaimana kita menciptakan pasar yang menjual nilai tinggi atau keunggulan dari objek wisata kita,” tandasnya.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

Pemkot Balikpapan Bentuk Tim Pengawas Swalayan, Pelanggar Terancam Kehilangan Izin Usaha

Balikpapan, Satu Indonesia – Pemerintah Kota Balikpapan akan memperketat pengawasan terhadap operasional toko swalayan melalui pembentukan tim terpadu lintas instansi. Langkah tersebut dilakukan untuk...