Minggu, April 26, 2026
No menu items!

Gratis, Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kaltim Akan Diberangkatkan Umrah dan Ibadah Suci

Samarinda, Satu Indonesia – Komitmen Gubernur H Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur H Seno Aji di era pemerintahannya akan segera direalisasikan dan dinikmati para marbot serta penjaga rumah ibadah.

Dalam keterangannya, Gubernur Kaltim mengungkapkan bahwa program Gratispol yang akan diluncurkan tidak hanya menyasar umat Islam dalam program Gratis Umrah, tetapi agama lainnya di Kaltim juga gratis menunaikan ibadah di tempat suci masing-masing dan semua diperlakuan sama.

“Tahun ini kita gratiskan berangkat umrah bagi 691 marbot masjid,” kata Rudy di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (9/4/2025).

Tidak hanya itu, 189 penjaga rumah ibadah dari berbagai agama juga akan diberangkatkan pada tahun 2025 ini menunaikan ibadah ke tempat suci agama mereka.

Untuk penjaga rumah ibadah, yang terdiri Katolik (koster/sakristan/penjaga gereja) 43 orang ke Vatikan Roma, Kristen (koster) 116 orang ke Yerussalem Israel. Sementara itu, untuk Buddha (dayakasaba) empat orang ke Borobudur Magelang/Bangkok Thailand, Hindu (penjaga pura) 23 orang ke Tirtayasa Balik/Sradha Wijaya Dasami India, dan Konghucu (biokong) tiga orang ke Qufu China.

“Umrah dan ibadah suci kita berikan secara bergiliran dalam lima tahun,” jelasnya.

Gratis Umrah/Ibadah Suci akan diberikan kepada 3.421 marbot dan 927 penjaga rumah ibadah yang tersebar di masjid dan tempat ibadah seluruh kabupaten dan kota se Kaltim.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa.

Melalui program ini juga dalam rangka memberikan fasilitas pengamalan ajaran ibadah semua umat beragama. Disisi lain, sebagai hadiah dan apresiasi dari Pemprov Kaltim bagi kinerja marbot, penjaga rumah ibadah yang telah memberikan pengabdian mereka kepada tempat ibadah tanpa kenal waktu. Mereka telah dengan tulus memberikan pelayanan kepada jamaah dan umat.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

Rekrutmen PPPK Terpusat Dinilai Hambat Pemenuhan Guru di Daerah

Samarinda, Satu Indonesia – Kebijakan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dilakukan secara terpusat dinilai belum mampu menjawab kebutuhan tenaga pendidik di...