Samarinda, Satu Indonesia – Selama bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri 1446 H, Pemerintah provinsi Kalimantan Timur terus menggencarkan berbagai upaya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan untuk masyarakat Kaltim.
Seperti diketahui, di setiap bulan puasa kebutuhan masyarakat terutama umat muslim mengalami peningkatan. Karenanya penting untuk dilakukannya pengendalian harga pangan demi menjaga inflansi daerah.
Pada Rabu (19/3/2025) lalu Pemprov Kaltim mengadakan Gerakan Pangan Murah Serentak di Halaman Kantor TVRI Kalimantan Timur di Jalan Eri Suparjan, Sempaja, Samarinda dimana Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) turut berkontribusi aktif dalam kegiatan ini.
Dengan menghadirkan Toko Kebun, Disbun Kaltim menawarkan berbagai produk perkebunan unggulan dengan harga terjangkau untuk masyarakat.
Toko Kebun yang fokus dalam pemasaran komoditi perkebunan Kaltim ini menyajikan produk-produk olahan dari pekebun dan petani di Kalimantan Timur, dengan dibawah binaan intens dari Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim sendiri.
Contoh-contoh produk olahan dari Toko Kebun ini seperti Gula Aren Semut, Kopi Mahakam, Beras Kencur Instan, Kunyit Putih Instan, Minyak Kelapa Tanjung, Lada Bubuk Asli Loa Janan, Zalika Jahe Aren Pasak Bumi, Shuga Kolang-Kaling, Chocolate Bar, dan masih banyak produk-produk lokal Kaltim lainnya yang bermutu dengan harga terjangkau.
Dalam keterangannya, Rabu (19/3/2025), Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Kaltim, Taufiq Kurrahman, menyampaikan bahwa partisipasi ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah dalam pengendalian harga pangan dan menjaga inflansi daerah.
“Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses mudah terhadap produk perkebunan berkualitas dengan harga yang stabil. Selain itu, ini juga menjadi sarana promosi bagi hasil perkebunan lokal,” ungkap Taufiq, dikutip Jum’at (21/3/2025).
Gerakan Pangan Murah ini sebelumnya telah sukses digelar pada 6 dan 7 Maret lalu di Kantor Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur serta Kantor Dharma Wanita Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur.
Antusiasme masyarakat di setiap lokasi menunjukkan bahwa inisiatif ini sangat dibutuhkan dalam menjaga daya beli dan ketahanan pangan.
Taufiq berharap cakupan kegiatan ini dapat terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Kami optimistis Gerakan Pangan Murah bisa semakin luas jangkauannya dan lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tutupnya.

