Senin, Agustus 3, 2026
No menu items!

Live Streaming di Tokyo, Seorang Gadis Ditikam hingga Tewas

Shinjuku, Satu Indonesia – Publik Jepang dihebohkan dengan kasus pembunuhan yang terjadi baru-baru ini. Diketahui, seorang gadis muda Jepang tewas akibat ditikam saat sedang melakukan Live Streaming.

Dan anehnya, setelah kasus ini menguak ke publik, justru banyak netizen yang malah bersimpati dan mendukung sang pelaku pembunuhan. Loh kok?

Tragedi yang Berawal dari Utang-piutang

Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 11 Maret 2025 lalu. Telah terjadi kasus pembunuhan di area Shinjuku yang menghebohkan Jepang, tepatnya daerah Takadanobaba, Distrik Shinjuku, Jepang.

Sato Airi, seorang warga Kota Tama di Tokyo yang berusia 22 tahun, ditikam hingga tewas pada Selasa (11/3/2025) siang.

Sato ialah seorang perempuan yang berprofesi sebagai streamer, ia ditusuk puluhan kali saat sedang melakukan live streaming di channelnya.

Streamer adalah seseorang yang menyiarkan konten digital secara langsung melalui media sosial atau platform streaming. Konten yang disiarkan bisa berupa video, audio, atau game. Pendek kata, streamer adalah influencer media sosial yang menyiarkan dirinya secara langsung kepada audiens, entah karena hanya sebagai hobi, ataupun juga sebagai profesi penuh waktu.

Seorang streamer bisa mendapatkan gaji yang bervariasi, bergantung pada brand tempatnya bekerja dan produk yang dipasarkan, ataupun dari tip virtual yang diberikan para penggemarnya.

Sato Airi, yang memiliki nama online Mogami Ai, sedang live di platform WhoWatch. Acara live tersebut berjudul “Jalan-jalan sekitar jalur Yamanote.” Jalur Yamanote adalah jalur kereta api lingkar (atau jalur lingkar Tokyo) yang mengelilingi pusat kota Tokyo, Jepang, dan menghubungkan banyak stasiun dan wilayah utama. 

Setelah turun di stasiun kereta Takadanobaba dan berjalan di perumahan sekitar, Sato Airi tiba-tiba berteriak meminta tolong.

Ketika polisi datang, mereka menemukan Sato Airi yang sudah tidak sadarkan diri dengan begitu banyak luka. Saat dilarikan ke rumah sakit, nyawa sang korban tak tertolong lagi akibat parahnya luka tusukan yang ia terima di wajah, leher dan tubuhnya.

Tidak butuh waktu lama bagi kepolisian Jepang untuk meringkus pelaku. Pelaku pembunuhan sadis tersebut adalah seorang pria berusia 42 tahun bernama Takano Kenichi yang berasal dari Togichi.

Setelah diselidiki, motif pembunuhan yang dilakukannya ialah karena balas dendam, karena utang yang tidak pernah kunjung dibayar oleh Sato Airi.

Takano mengaku bahwa ia ingin menyakiti Sato karena utang yang tidak dibayar dan juga karena gadis itu memutuskan kontak dengannya terkait perihal utang tersebut.

Diketahui Takano telah menonton dan memantau lokasi Sato yang sedang live, dan ia telah membeli pisau untuk melancarkan aksinya sejak 2-3 bulan yang lalu, yang mengindikasikan bahwa pembunuhan ini memang sudah direncanakan.

Menurut polisi, tersangka telah meminjamkan sejumlah besar uang kepada korban. Total uang tersebut adalah senilai 2,5 juta Yen (Rp 275jutaan atau 17.000 dollar). Karena meminjamkan uang sebanyak itu, Takano sendiri bahkan ikut melakukan pinjaman sejumlah 1 juta Yen.

Selain itu, pelaku juga mengatakan telah rutin memberi tip virtual pada korban sebanyak 670 dollar per bulan.

Diketahui Sato Airi mengutarakan berbagai macam alasan pada saat berutang, mulai dari membayar sewa dan biaya hidup, tidak membawa dompet, dipaksa oleh teman untuk membayar alkohol, sampai dengan alasan sakit yaitu muntah darah.

Catatan persidangan menunjukkan bahwa pelaku mengenal Sato melalui aplikasi streaming video dan mereka pertama kali bertemu pada Agustus 2022, di sebuah bar tempat Sato Airi bekerja. Sejak itulah keduanya terlibat dalam utang-piutang ini.

Peminjaman uang ini telah berlangsung selama 2022-2023. Waktu itu, Takano percaya bahwa Sato Airi akan mengembalikan uang miliknya.

Setelah bukti chat kedua orang tersebut dirilis, mulai banyak netizen yang malah merasa kasihan ke Takano, karena merasa pria itu telah ditipu dan dimanipulasi oleh sang streamer.

Pada akhir 2023, Takano pernah menggugat Sato Airi secara hukum. Putusan pengadilan telah menyuruh perempuan itu untuk mengembalikan utangnya senilai 2,5 juta Yen. Tetapi Sato malah kabur dan tidak membayar hutangnya.

Bunga dan bermacam persembahan untuk korban Sato Airi di tepi jalan wilayah Takadanobaba, Distrik Shinjuku, Jepang | Threads/shortsjapan

Gara-gara inilah, banyak netizen yang memihak Takano, meski ia telah menjadi seorang pembunuh. Bahkan ada orang-orang yang sampai tega menginjak bunga persembahan untuk Sato.

Walaupun begitu, tidak sedikit juga yang kontra ke pelaku. Mereka tetap tidak membenarkan aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Takano apapun motifnya.

TERPOPULER

TERKINI

Pemkot Balikpapan Utamakan Pedagang Aktif Tempati TPS Pasar Sepinggan

Balikpapan, – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai mengutamakan penanganan pascakebakaran Pasar Sepinggan dengan menyediakan Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi pedagang yang terdampak. Upaya tersebut...