Penajam, Satu Indonesia – Gubernur Kaltim H Rudy Mas’ud secara resmi membuka Ramadan Fest yang digelar dalam rangka HUT Ke-23 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di Masjid Agung Al Ikhlas, Nipah-Nipah, Penajam pada Kamis (13/3/2025).
Atas nama Pemerintah Provinsi Kaltim, Haji Rudy Mas’ud alias ‘Harum’ mengucapkan selamat kepada seluruh masyarakat Benuo Taka julukan Kabupaten Penajam Penajam Paser Utara.
“Saya ucapkan selamat ulang tahun ke-23 Kabupaten Penajam Paser Utara. Semoga sukses menjadi kabupaten yang maju, modern dan religius, sejahtera dan membanggakan kita semua,” kata Gubernur.
Bupati PPU, Mudiyat Noor curhat ke Gubernur Kaltim
Sebelumnya, saat Bupati PPU menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut, Mudyat Noor menjelaskan bahwa APBD PPU masih berada di peringkat ke-9 dari semua Kabupaten/Kota di Kaltim.
“Kalau Pak Gubernur lewat sini, dari tahun ke tahun jalannya lurus-lurus saja. Mungkin karena keterbatasan, APBD yang peringkat ke-9 dari semua kabupaten dan kota,” canda Bupati Mudyat.
Ia berharap, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), dapat memoles PPU menjadi lebih menarik sebagai pintu gerbang IKN.
Kendati APBD PPU 90% hanya berasal dari bagi hasil. Sementara selebihnya, kurang dari 10% merupakan pendapatan asli daerah. Atas kondisi tersebut, Mudiyat menyebut bantuan keuangan provinsi hanya sebesar Rp500 miliar untuk PPU terbilang kecil, Sementara untuk Kota Samarinda hampir mencapai Rp1 triliun.
“Saya yakin nanti bantuan keuangan akan terbalik. Penajam yang besar,” harap Mudyat.
Merespon ‘Curhatan’ Bupati PPU Mudiyat Noor tersebut, direspon menohok oleh Gubernur Rudy Mas’ud saat menyampaikan sambutan.
“Tadi disampaikan PPU nomor 9 APBD terendah. Tapi jangan ragu, Pak Bupati, yakinlah anda dipilih oleh rakyat PPU karena yakin anda mampu memajukan Penajam Paser Utara,” puji Rudy.
“Maka jadikanlah PAD yang paling kecil itu menjadi yang paling besar di Kaltim,” sambungnya.
Menurutnya, banyak hal yang bisa dikembangkan di PPU. Pertama, tanahnya sudah mahal karena IKN.
Lalu, akan banyak peluang atas kehadiran IKN. Oleh sebab itu, kata Gubernur, PPU harus bisa menyiapkan diri untuk menangkap peluang besar itu.
Gubernur yang baru dilantik pada 20 Pebruari lalu ini menyakini bahwa sebelum 2028, aktivitas pemerintahan di IKN sudah berjalan. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan dan PPU akan mendapatkan keuntungan dan lebih maju lagi.
Redaksi

