Penajam, Satu Indonesia – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) mengungkapkan bahwa panen padi pada Maret 2025 di Benuo Taka julukan Kabupaten Penajam Paser Utara diperkirakan mencapai 6.000 ton beras.
Kepala Dinas Pertanian, Andi Trasodiharto di Penajam pada Minggu (23/2/2025) menjelaskan bahwa hasil panen tersebut berasal dari 7.900 hektare lahan.
“Luas lahan produktif tanaman padi 7.900 hektare, dan panen tahun ini pada Maret dan April 2025,” jelas Kadisbun, dilansir dari Antara, Minggu (23)2/2025).
Ia memperkirakan, panen Maret 2025 capai 13.000 ton gabah kering giling (GKG), sehingga untuk jadi beras berkisar 6.000 ton.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan pemantauan pergerakan harga gabah agar mengantisipasi permainan harga yang dapat merugikan petani. Selain itu, Distan juga melakukan koordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyerap gabah dan beras petani.
“Kami antisipasi adanya celah permainan harga yang dilakukan tengkulak,* tegasnya.
Lanjut ia menegaskan, pedagang atau tengkulak dianjurkan untuk mematuhi harga pembelian pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), yakni harga gabah yang diserap Bulog.
Dengan demikian, seluruh pihak agar mematuhi harga gabah yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Besaran harga gabah basah dan kering di PPU
Harga gabah yang diserap Bulog, untuk gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram dengan kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen.
Sementara untuk gabah kering panen di penggilingan sebesar Rp6.700 per kilogram dengan kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen.
Sedangkan harga gabah kering giling di penggilingan Rp8.000 per kilogram dengan kadar air maksimal 14 persen dan kadar hampa maksimal tiga persen.
Lalu untuk harga gabah kering giling yang diserap Bulog Rp8.200 per kilogram dengan kadar air maksimal 14 persen dan kadar hampa maksimal tiga persen persen.
Redaksi

