Rabu, Juli 29, 2026
No menu items!

Warga Digegerkan Semburan Gas Di Perumahan PT HER 1 Sepinggan Baru Balikpapan. Petugas masih menyelidiki penyebab pastinya

Balikpapan, Satu Indonesia – Warga Perumahan PT HER 1, Kelurahan Sepinggan Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. Melaporkan Bahwa Terdapat Semburan gas yang diduga berasal dari Pengeboran Sumur Bor. Semburan gas tersebut mencapai sekitar 10 meter sehingga petugas aparat mengimbau masyarakat agar menjauhi lokasi yang berpotensi membahayakan apabila terdapat sumber api.

Setelah menerima laporan kejadian, petugas dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perangkat kelurahan, pengurus RT, serta warga langsung berkumpul di lokasi kejadian. Hingga Senin malam, penyebab pasti semburan masih menunggu hasil pemeriksaan dari instansi berwenang.

Katimin, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kelurahan Sepinggan Baru, menerima laporan sekitar pukul 18.10 Wita dan segera menuju lokasi untuk melakukan pemantauan, pihaknya mengatakan bahwa “Setiba di lokasi kami sudah menjumpai aparat dari kepolisian, BPBD, RT, dan juga warga yang turut menyaksikan kejadian bersama-sama,” kata Katimin.

Demi menghindari risiko yang tidak diinginkan, pemerintah kelurahan langsung mengimbau warga agar menjauhi titik semburan serta tidak menyalakan api maupun sumber panas lainnya di sekitar lokasi, menurut katimin. “Kami mengimbau kepada warga agar tidak menyalakan korek api atau sumber api lainnya di dekat lokasi kejadian. Warga juga diminta tetap waspada sambil menunggu rekomendasi dari instansi terkait, terutama dari pihak Pertamina,” ujarnya.

Katimin juga menambahkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dan kedatangan dari instansi teknis yang telah dihubungi.”Kami mendapat informasi dari Ketua RT bahwa pihak Pertamina sudah dihubungi. Namun sampai saat ini kami belum bertemu dengan pihak Pertamina dan masih terus memonitor perkembangan di lapangan,” katanya.

Berdasarkan dari pengamatan di lokasi, semburan awalnya berupa campuran gas, air, dan material pasir dari dalam tanah yang telah mencapai kedalaman sekitar 80 meter. Sehingga seiring waktu, material yang keluar berubah menjadi dominan gas disertai uap air. Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari pekerja di lokasi. “Awalnya gas bercampur dengan air yang berpasir atau bertanah. Sekarang warnanya lebih cerah, putih, diduga lebih banyak gas yang bercampur uap air,” ujar Katimin. Sumur bor tersebut rencananya akan dimanfaatkan sebagai sumber air untuk kebutuhan sebuah rumah kos di kawasan tersebut.

Penyebab pasti munculnya semburan gas tersebut masih dalam penyelidikan. Sementara itu, lokasi kejadian masih dipasangi pembatas dan berada dalam pengawasan aparat. Aparat bersama pihak teknis akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan jenis gas yang keluar serta potensi bahayanya sebelum menentukan langkah penanganan berikutnya. Masyarakat diminta tidak mendekat hingga hasil pemeriksaan selesai dan dinyatakan aman oleh instansi terkait.

(MH/Nisrina Aulia)

TERPOPULER

TERKINI