Selasa, Juli 28, 2026
No menu items!

Lepas Status WNI, Dewi Soekarno Terjun ke Dunia Politik Demi Lindungi Kucing dan Anjing di Jepang

Jakarta, Satu Indonesia – Ratna Sari Dewi atau Dewi Soekarno adalah istri keenam dari Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno. Dengan nama asli Naoko Nemoto, Dewi Soekarno adalah wanita berdarah Jepang yang merupakan salah satu istri kesayangan Soekarno.

Setelah meninggalnya Soekarno, dikabarkan bahwa Ratna Sari Dewi pindah ke berbagai negara seperti di Eropa termasuk Swiss, Prancis, dan Amerika Serikat.

Hingga akhirnya tahun 2008 ia memutuskan untuk menetap di Shibuya, Tokyo, Jepang di mana dia memiliki sebuah tempat yang luas dengan empat lantai dan penuh dengan memorabilia. Dewi Soekarno pun dikenal sebagai selebritas televisi di Jepang.

Dalam konferensi pers di Tokyo, Rabu (12/2/2025) lalu, Dewi Soekarno yang kini berusia 85 tahun ini mengumumkan pendirian partai politiknya dan bakal maju mencalonkan diri pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2025 Jepang. Dewi mendirikan sebuah partai politik bersama seorang pengusaha bernama Hiroshi Horiike.

Aturan Jepang memang mengharuskan pendiri partai politik adalah Warga Negara Jepang, bukan Warga Negara Asing. Maka, Dewi Soekarno pun mencabut status WNI dan menjadi WN Jepang agar partai politik bentukannya bisa eksis. Dia dikabarkan rela melepas status Warga Negara Indonesia yang diperolehnya pada 1962, yang artinya dia sudah 63 tahun menyandang status sebagai WNI.

Partai politik yang didirikan Dewi dan Horiike bernama 12 Heiwa-to. Partai tersebut berkomitmen untuk melindungi anjing dan kucing.

Konsultan politik, Shinnosuke Fujikawa mengaku bakal membantu partai 12 Heiwa-to untuk memenangkan pemilu. Nantinya, ia berencana memajukan Dewi dan Horiike serta beberapa kandidat lainnya di bagian perwakilan proporsional pada pemilihan Majelis Tinggi. Mereka menargetkan lima kursi parlemen Jepang pada pemilu tahun ini.

Dikutip dari Nippon, kata Heiwa-to berasal dari kata “Heiwa” yang berarti perdamaian. Sementara, 12 dalam bahasa Jepang diucapkan “wan-nyan” yang merupakan gabungan onomatope Jepang untuk suara anjing menggonggong dan kucing mengeong.

Sesuai namanya, partai tersebut berkomitmen untuk melindungi kucing dan anjing agar tetap hidup berdampingan dengan manusia, sesuai dalam pernyataan yang tercatat dalam konstitusinya.

Dalam konferensi persnya di Tokyo, Dewi juga mengatakan, langkah pertama yang akan dicapai oleh partainya adalah memberlakukan undang-undang yang melarang konsumsi daging anjing dan kucing. Pihaknya juga berkeinginan mendirikan lembaga khusus yang mengawasi penyiksaan hewan dan memperberat hukuman atas tindakan tersebut.

Profil Singkat Dewi Soekarno

Ratna Sari Dewi atau yang dikenal dengan Dewi Soekarno | Instagram/@dewisukarnoofficial @potolawasofficial

Nama asli Dewi Soekarno adalah Naoko Nemoto. Lahir di Tokyo pada 6 Februari 1940, dia tumbuh dalam keluarga sederhana. Di masa mudanya, ia pernah menjadi karyawan asuransi jiwa di Jepang hingga lulus sekolah menengah pada 1955

Naoko punya bakat seni dan sastra sejak usia muda yang kemudian mengantarkannya ke dunia hiburan. Ia sering tampil di berbagai pentas teater hingga menjadi artis terkenal. Debut aktingnya adalah saat memainkan peran drama produksi Sishere Hayakawa Art Production.

Naoko kemudian berkenalan dengan Soekarno melalui seorang relasi Sang Proklamator Kemerdekaan RI itu di Jepang. Keduanya menikah pada 3 Maret 1962. Usia Naoko saat itu 22 tahun. Saat itu ia menjadi istri keenam Soekarno dan mengubah namanya menjadi Ratna Sari Dewi.

Setelah dibawa ke Indonesia sekaligus menyandang status WNI, ia melahirkan seorang anak, Kartika Sari Dewi Soekarno.

Setelah Soekarno meninggal dunia, Dewi meninggalkan Indonesia dan sempat bermukim di beberapa negara Eropa, seperti Prancis, Swiss, hingga Amerika Serikat. Hingga akhirnya ia kembali ke Indonesia dan tinggal di Jakarta. Namun pada 2008, Dewi memilih kembali ke tanah kelahirannya dan menetap di Shibuya, Tokyo, Jepang.

Dewi dikabarkan menjalankan bisnis perhiasan dan komestik, juga aktif di dunia entertainment di Jepang. Dia sering tampil di televisi dan namanya masyhur dengan sebutan Dewi Fujin alias Nyonya Dewi.

Dia selalu tinggal di apartemen mewah dan menghadiri pesta dengan penampilan terbaiknya. Ia merupakan seorang pencinta fashion yang sangat stylish, sehingga mode pakaiannya selalu update dan gemerlap dengan perhiasan yang indah. Dia yang kerap dipanggil Madam Soekarno juga sering bergaul dengan orang-orang kaya. Gaya hidup demikian diperoleh dari pekerjaannya di bisnis konstruksi dan peralatan berat selama hidup di luar negeri.

TERPOPULER

TERKINI