Selasa, Juli 28, 2026
No menu items!

Ketua TP PKK Balikpapan Tekankan Perbaikan Pola Asuh untuk Tekan Stunting, Targetkan Angka Turun Kembali

Satu Indonesia, Balikpapan – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, S.E., menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka stunting melalui penguatan pola asuh keluarga, edukasi gizi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Upaya tersebut dinilai penting sebagai bagian dari persiapan mewujudkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Nurlena usai menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kota Balikpapan di BSCC Dome Balikpapan, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, pembangunan keluarga harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga. Keluarga yang kuat diyakini akan melahirkan karakter, ketahanan ekonomi, serta kualitas masyarakat yang lebih baik.

“Kita mulai dari dasar, bagaimana memperkuat keluarga terlebih dahulu. Setelah keluarga kuat, karakter kuat, ekonomi juga akan kuat. Dari situlah kita bersama-sama menyiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045,” ujarnya.

Nurlena mengatakan, penanganan stunting masih menjadi salah satu prioritas TP PKK Kota Balikpapan. Ia mengungkapkan, angka stunting di Balikpapan sebelumnya sempat mengalami penurunan yang cukup signifikan, namun kembali meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk pendatang yang menjalani kehamilan dan melahirkan di Kota Balikpapan.

“Stunting ini memang menjadi perhatian serius. Sebenarnya angkanya sudah turun cukup drastis, tetapi kemudian meningkat lagi karena adanya warga pendatang yang menjalani kehamilan dan melahirkan di Balikpapan sehingga masuk dalam data kita,” katanya.

Untuk menekan angka stunting, TP PKK Balikpapan terus melakukan pemantauan langsung ke lapangan guna mengetahui berbagai faktor penyebab, termasuk pola pengasuhan anak di lingkungan keluarga.

Menurut Nurlena, pola asuh menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian. Orang tua diharapkan lebih memperhatikan pemenuhan gizi anak agar kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi secara optimal.

“Kami turun langsung melihat bagaimana pola asuh di keluarga. Orang tua harus lebih peduli terhadap pemenuhan gizi anak. Jangan sampai anak kenyang karena makanan ringan seperti ciki atau camilan lainnya, tetapi kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan penurunan angka stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, TP PKK terus bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Dinas Kesehatan, serta kader PKK di seluruh kelurahan untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi dengan dinas terkait dan seluruh kader PKK agar tujuan menurunkan angka stunting dapat tercapai,” ujar Nurlena.

Selain fokus pada kesehatan keluarga, TP PKK Kota Balikpapan juga terus meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan usaha dan digitalisasi pemasaran produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi peluang bagi pelaku UMKM binaan PKK untuk memperluas jangkauan pemasaran tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Digitalisasi menjadi cara pemasaran yang sangat efektif. Kader harus belajar mulai dari membuat produk yang baik, kemasan yang menarik, legalitas seperti halal, hingga cara mempromosikannya secara digital agar produk UP2K bisa dipasarkan dari rumah,” katanya.

Nurlena berharap seluruh program pemberdayaan keluarga yang dijalankan TP PKK Kota Balikpapan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Melalui penguatan keluarga, perbaikan pola asuh, dan kolaborasi lintas sektor, upaya penurunan angka stunting di Kota Balikpapan diharapkan dapat kembali menunjukkan tren positif.

TERPOPULER

TERKINI