Samarinda, Satu Indonesia – Slow living adalah sebuah pola pikir mengenai gaya hidup yang menekankan pentingnya memperlambat langkah, mengurangi stres, dan fokus pada kualitas hidup, bukan hanya pada produktivitas.
Gaya hidup satu ini lebih berfokus pada kualitas dibandingkan dengan kuantitas. Jika Anda seringkali mendengar istilah fast living dan hustle culture, maka slow living adalah kebalikannya. Dengan menerapkan gaya hidup ini, kamu bisa menemukan ketenangan di tengah hiruk-pikuk rutinitas sehari-hari.
Jika fast living dan hustle culture merupakan gaya hidup di mana seseorang bekerja terus-menerus hingga bisa melampaui batas kemampuan, maka slow living lebih berfokus pada kehidupan yang santai, sederhana, dan sadar dengan waktu serta keadaan sekitar. Anda juga akan lebih berfokus untuk menikmati proses, hingga kemudian mendapatkan hasil yang berkualitas.
Jika belum pernah mencoba, tidak ada salahnya untuk memulai menerapkan gaya hidup slow living.

Berikut tips menjalani Slow Living yang dirangkum dari berbagai sumber:
Mengawali Hari Tanpa Tergesa-gesa
Mengawali hari tanpa tergesa-gesa dan santai tentunya adalah salah satu contoh dari menerapkan gaya hidup slow living. Memulai hari tanpa tergesa-gesa bisa mengurangi kemungkinan Anda mengalami stres dan menjadi orang yang tidak sabar. Anda bisa memulai hari dengan tenang misalnya bersama secangkir kopi atau teh, sarapan favorit, ataupun orang tersayang.
Prioritaskan Hal-Hal yang Penting
Dalam slow living, bukan tentang melakukan banyak hal dalam waktu singkat, melainkan memilih aktivitas yang benar-benar penting dan bermakna. Kurangi daftar tugas yang tidak esensial dan berfokuslah pada hal-hal yang memberi dampak positif bagi dirimu dan orang di sekitarmu.
Mengurangi Overthinking dan Fokus Pada Hal yang Bisa Dikendalikan
Terkesan sepele namun sesungguhnya cukup susah untuk dilakukan. Mengurangi overthinking dan fokus pada hal yang bisa dikendalikan, yang bisa menjadi cara awal Anda dalam menerapkan slow living.
Sebagian orang seringkali mengkhawatirkan hal-hal yang berada di luar kendali mereka, seperti terlalu memikirkan kehidupan orang lain terlebih aspek-aspek yang tidak dimiliki mereka. Sehingga kemudian hal ini akan mendatangkan cemas, stres, serta perilaku yang tergesa-gesa. Jika menerapkan slow living berarti Anda memberikan hampir seluruh fokus Anda kepada diri sendiri, dan hal-hal yang bisa Anda kendalikan.
Menyisihkan Waktu untuk Diri Sendiri
Di dunia yang serba cepat, seringkali kita jarang memiliki waktu untuk diri sendiri. Nah, Anda bisa memulai menyisihkan waktu untuk diri sendiri sebagai bagian dari menerapkan hidup slow living. Dengan menerapkan gaya hidup ini, Anda bisa beristirahat sebentar dari kesibukan yang sangat menyita waktu. Mungkin saja, dari menyisihkan waktu sendiri Anda bisa menemukan hal-hal yang membuat bahagia, yang belum pernah disadari sebelumnya.
Mengurangi Penggunaan Gadget dan Media Sosial Secara Bertahap
Setiap orang kini seakan sudah pasti hidup bersama gadget dan media sosial. Penggunaan kedua hal tersebut secara berlebihan tentunya dapat memberikan efek negatif. Anda bisa mulai menerapkan slow living dengan mengurangi menggunakan gadget dan media sosial. Menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang sekitar. Anak-anak zaman sekarang biasa menyebut langkah ini dengan istilah ‘detox’. Cobalah terapkan secara bertahap, kemudian rasakan efeknya.
Menerapkan Mindfulness
Mindfulness merupakan kondisi di mana seseorang mempunyai kesadaran penuh atas perasaannya, apa yang diinginkan, hingga lingkungan sekitarnya. Kondisi ini sesungguhnya termasuk ke dalam salah satu jenis meditasi yang melatih Anda untuk fokus menerima berbagai situasi dan perasaan secara terbuka. Anda bisa mencoba melatih mindfulness mulai dari hal yang sederhana, seperti mengatur napas di momen tertentu secara rutin setiap harinya.
Anda juga bisa mencoba untuk memperhatikan serta menikmati sepenuhnya hal-hal yang sedang Anda lakukan, seperti ketika makan, berjalan, berbicara dengan orang lain, dan lain-lain.
Berani untuk Menolak atau Mengatakan ‘Tidak’
Keberanian untuk mengatakan ‘tidak’ merupakan salah satu contoh dari gaya hidup slow living loh! Familiar dengan istilah people pleaser? People pleaser merupakan sebuah istilah untuk melabeli orang-orang yang selalu berusaha untuk membahagiakan dan memenuhi ekspektasi setiap orang. Nah, istilah tersebut sangat berhubungan dengan ketidakmampuan untuk menolak sesuatu. Mereka yang merupakan seorang people pleaser pada umumnya berpotensi menjadi kelelahan, stres, hingga konflik dengan batinnya sendiri. Ketika seseorang mampu mengatakan ‘tidak’, maka ia sudah memiliki kendali dan menetapkan batasan yang jelas akan dirinya. Sehingga, kemungkinan kelelahan akibat terlalu memaksakan diri bisa dihindari.
Jaga Keseimbangan Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi
Slow living juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Pastikan kamu memiliki waktu untuk beristirahat, berkumpul dengan keluarga, dan melakukan aktivitas yang kamu nikmati, tanpa terlalu banyak tekanan dari pekerjaan.
Kurangi Konsumsi yang Berlebihan
Gaya hidup yang lambat juga mengajarkan untuk hidup lebih minimalis yaitu dengan mengurangi konsumsi barang-barang yang tidak diperlukan. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas, baik itu dalam hal belanja, makanan, maupun pengalaman.
Dengan menerapkan tips slow living ini, kamu akan merasakan hidup yang lebih tenang, bermakna, dan penuh kesadaran. Kualitas hidupmu akan meningkat seiring dengan berkurangnya stres dan kecemasan yang seringkali muncul dari gaya hidup yang terlalu cepat.

