Samarinda, Satu Indonesia – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Samarinda yang dimulai sejak 13 Januari 2025 lalu terus mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak.
Program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar ini menyajikan menu-menu sehat dengan gizi seimbang meliputi nasi, sayur mayur, lauk pauk, buah-buahan dan susu.
Perum Bulog Kota Samarinda, Kalimantan Timur, memastikan ketersediaan beras mencukupi untuk mendukung program nasional MBG serta memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan nanti.
Dilansir Antara (8/2/2025), Akhmad Roni Anwar selaku Kepala Kantor Cabang Bulog Samarinda menjelaskan bahwa saat ini tersedia 7.000 ton beras, terdiri dari 6.957 ton beras medium dan 55 ton beras premium.
Selain stok pangan tersebut, nanti dialokasikan penambahan sekitar 1.000 ton beras untuk wilayah Kalimantan Timur pada Januari-Februari 2025.
“Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga empat bulan ke depan,” kata Roni.
Diketahui Perum Bulog Samarinda juga aktif melakukan penyerapan beras dari berbagai wilayah produksi, terutama di Kutai Kartanegara.
Roni melanjutkan bahwa terkait program MBG, sudah ada nota kesepahaman (MoU) dengan BGN (Badan Gizi Nasional) untuk penyediaan kebutuhan pangan.
Menjelang Ramadhan yang akan tiba sebentar lagi, ia memastikan stok beras cukup untuk melayani enam kabupaten/kota yaitu Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Mahakam Ulu, Berau, dan Kutai Timur.
Dengan estimasi kebutuhan sekitar 1.500 ton per bulan, stok yang ada diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga Mei atau Juni.
“Insya Allah aman sampai Juni,” tutup Roni.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras menjelang dan selama Ramadhan sehingga bisa memfokuskan diri untuk menjalani bulan suci tersebut.
Sebagai informasi, Perum BULOG yang merupakan Badan Usaha Milik Negara ini memang berperan dalam pengelolaan logistik pangan.
Selain memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, BULOG juga berperan dalam menstabilkan harga pangan.
Dengan demikian, peran Bulog tidak hanya sebagai pengelola logistik, tetapi juga sebagai motor penggerak ekosistem pangan yang inklusif dan berkelanjutan.

