Samarinda, Satu Indonesia – Cold storage berkapasitas 120 ton dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) modern di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, hampir rampung dan siap untuk digunakan.
Kedua fasilitas itu dijadwalkan beroperasi pada Agustus 2026, dan diproyeksikan akan menjadi pusat pengelolaan dan pemasaran hasil perikanan yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi. Kehadirannya juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan dengan adanya peningkatan daya saing produk lokal.
Pada Selasa (10/06/2026), Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri meninjau langsung kesiapan operasional fasilitas pembangunan cold storage dan TPI tersebut.
Peninjauan dilakukan guna memastikan seluruh sarana dan prasarana telah siap digunakan serta memenuhi standar kelayakan sebelum mulai beroperasi dan melayani masyarakat.
Dalam kunjungannya, Wawali didampingi oleh Kepala Dinas Perikanan Kota Samarinda, Achmad Fauzi Irawan, Camat Samarinda Seberang yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Loa Janan Ilir, Aditya Koesprayogi, serta jajaran perangkat daerah terkait dan staf Dinas Perikanan Kota Samarinda.
Peninjauan pun dilakukan secara menyeluruh, baik bangunan utama maupun berbagai fasilitas pendukung. Saefuddin memastikan seluruh sarana telah sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku, mulai dari sistem pengelolaan limbah, sanitasi, hingga kesiapan operasional kawasan.
Fasilitas cold storage tersebut memiliki kapasitas penyimpanan hingga 120 ton ikan beku yang terbagi dalam lima ruang penyimpanan. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan sekaligus memperpanjang masa simpan produk perikanan sebelum dipasarkan.
Di kawasan yang sama juga tersedia Tempat Pelelangan Ikan (TPI) modern dengan 22 lapak penjualan. Kehadiran TPI tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas perdagangan hasil perikanan yang lebih tertata, higienis, dan efisien sehingga memberikan nilai tambah bagi para pelaku usaha perikanan.

