satuindonesia.co.id, Balikpapan – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Forum Diskusi Akal Sehat Indonesia menggelar diskusi terbuka bertajuk “Meramal Masa Depan Kaltim,” di Sekretariat AMSI Kaltim, Warkop Sappo, Balikpapan pada Kamis (13/6/2024).
Rocky Gerung Pakar Filsafat bersama Pengamat Politik, Darmono Taniwiryono, PhD Ketua Umum Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (MAKSI) dan Dr. Ir. Syukri M Nur, M.Si Pakar Energi Terbarukan-Bioenergi hadir diskusi terbuka ini.
Selanjutnya, Rocky Gerung yang banyak melemparkan kritik terkait proyek Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.
Menurutnya, tidak ada satu pun investor yang berminat mendanai proyek ambisius tersebut. Sebelumnya disebut ada 1.200 investor yang menunggu di Kalimantan, namun ternyata yang menunggu adalah truk-truk yang kekurangan solar.
Lantas, seorang peserta diskusi memberikan tanggapan, Menurut Among, dia tahu Rocky tak ubahnya seseorang yang suka berkomentar melalui media sosial tanpa memberikan kontribusi nyata.
Namun, Rocky menyampaikan bahwa proyek IKN ini mencerminkan ambisi politik yang hanya bisa dihentikan oleh APBN.
Selain itu, jelas Rocky, duta besar negara lain melihat kejanggalan dan resiko dari proyek IKN ini.
Dia juga menambahkan bahwa proyek ini mendapat kritikan dari warganya. Karena dengan mendukung proyek ini, dianggap merusak lingkungan.

Sementara itu, Dikki Akhmal selaku Ketua Forum Diskusi Akal Sehat Indonesia mengantarkan mengawali diskusi terbuka ini sebagai moderator. Kaltim merupakan provinsi yang memiliki kekayaan alam melimpah. Sehingga, diperlukan tata kelola yang baik untuk kemajuan Kaltim.
Ia lantas mencontohkan bahwa lantaran Kaltim memiliki perkebunan sawit cukup besar. Sementara dari sawit memiliki limbah setelah dilakukan proses dari pabrik.
“Limbah sawit juga diperlukan untuk pengelolaan biodiesel dan berbagai macam produk lain,” ujar Dikki.
Melihat kondisi ini, Darmono Taniwiryono menyampaikan, minyak kelapa sawit merupakan salah satu bahan baku di dunia yang memiliki banyak kegunaan.
Diantaranya “Dapat ditemui di shampoo, pasta gigi sampai dengan kue dan krimer kopi,” ucapnya.
Lalu, CPO yang ditransfer ke pabrik pengolahan untuk diproses menjadi minyak nabati (minyak goreng, krim dan margarin), bahan oleokimia (digunakan dalam deterjen dan pelumas), biodiesel (bahan bakar) dan asam laurat (digunakan dalam kosmetik dan sabun).
Menurutnya, memaksimal potensi ini bagi daerah akan menjadi lahan bisnis bagi masyarakat Kaltim. Dengan demikian, diperlukan dukungan pemerintah.
Senada, Syukri M Nur menilai bahwa Kaltim yang kaya dengan sumber daya alam, perlu pengelolaan yang baik melalui sumber daya manusia dan masyarakat Kaltim yang handal.
“Saya yakin dan percaya, kita memiliki SDM yang baik untuk membangun Kaltim kedepan,” sebutnya.
Menurutnya, hal itu bisa dilakukan melalui cara berpikir dan bertindak kita kedepan.
“Bahwa bioenergi bisa terbentuk dari berbagai aspek seprti, biomassa, biodiesel, bioetanol, dan biogas sebagai sumber energi alternatif,” jelas Sukri.
Selain itu, dia menambahkan bahwa kedepan diperlukan pemikiran untuk memaksimalkan bioenergi sebagai pengganti energi minyak bumi, yang tidak dapat terbarukan.
Sementara seorang peserta dari perwakilan Petani Sawit menyampaikan, beberapa kendala dihadapi petani sawit, baik dari kendala produksi maupun harga TBS (tandan buah segar).
Termasuk BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) sedikit memberikan dampak bagi petani sawit yang kecil, yang dinilai banyak diberikan kepada pemanfaatan biodiesel diperuntukan bagi pengusaha.
Selaku penyelenggara kegiatan diskusi ini, Ketua AMSI Kaltim, Ahmad Yani menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat Kaltim.
“Bahwa berbagai persoalan akan dihadapi kedepan perlu didiskusi kepada publik. Agar memunculkan tindakan-tindakan positif untuk memajukan masyarakat Kaltim,” ujar Yani sapaan akrabnya.
Selain itu, sumber daya alam Kaltim harus termanfaatkan dengan baik, demi pembangunan Kaltim. Sehingga, keberadaan IKN, menjadi pemikiran bersama, agar SDM dan SDA yang kita miliki juga dimanfaatkan demi kepentingan daerah dan negara.
Selanjutnya, “Kegiatan ini juga akan menjadi edukasi masyarakat, dan ekosistem digital kita termanfaatkan dan tersalurkan dengan baik, berjalan secara sehat, dan berkualitas,” tandasnya.(*)
Redaksi

