Kamis, Mei 7, 2026
No menu items!

Momen Hari Hipertensi Sedunia, Pemprov Kaltim Kampanye Hidup Sehat

satuindonesia.co.id, Samarinda – Komitmen menanggulangi penyakit hipertensi dilakukan dengan menerapkan sejumlah langkah strategis untuk pencegahan melalui sosialisasi dan kampanye berpola hidup sehat.

Hal itu dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan Penandatanganan Komitmen Penanggulangan Hipertensi yang pada peringatan Hari Hipertensi Sedunia (HHS) di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda pada Minggu (9/6/2024).

“Kami berkomitmen untuk mendukung upaya penanggulangan penyakit hipertensi yang merupakan salah satu indikator pelayanan pada standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dr Jaya Mualimin, mengutip AntaraKaltim, Rabu (12/6/2024).

Dikesempatan itu, Jaya membacakan pernyataan komitmen Pemprov Kaltim.

Dia juga menjelaskan hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular namun memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Hipertensi juga berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke tanya dulu masih dan gagal ginjal.

Adapun beberapa langkah strategis yang akan dilakukan Pemprov Kaltim, di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, mengembangkan dan menyebarluaskan informasi yang akurat dan mudah dipahami tentang hipertensi, termasuk faktor risiko, gejala, dan juga cara pencegahan.

Kedua, menyelenggarakan kampanye kesehatan secara berkala melalui berbagai media, termasuk media sosial, radio, televisi dan kegiatan masyarakat.

Selanjutnya, mendorong untuk menerapkan pola makan sehat, dengan mengurangi konsumsi garam, gula dan lemak jenuh serta meningkatkan asupan buah dan sayuran.

Menggalakkan aktivitas fisik secara rutin, dengan menyediakan fasilitas dan program olahraga. Mengedukasi tentang pentingnya menjaga berat badan ideal dan berhenti merokok serta menghindari konsumsi alkohol berlebihan.

Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular (PTM).

Mendorong penerapan kebijakan yang mendukung pencegahan PTM, seperti regulasi tentang iklan makanan tidak sehat, pengendalian tembakau, dan promosi aktivitas fisik sesuai dengan Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat hidup sehat.

Meningkatkan kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, organisasi non pemerintah dan masyarakat dalam upaya penanggulangan hipertensi.

Masyarakat pun diajak berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian PTM melalui komunitas dan organisasi lokal.

“Dengan komitmen ini, kami berharap dapat menurunkan prevalensi hipertensi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang kuat dan berkelanjutan, tujuan ini dapat tercapai,” tandas dr. Jaya.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI