satuindonesia.co.id, Samarinda – Menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Ketua Indonesian Youth Diplomacy (IYD) Kalimantan Timur Hanna Pertiwi mengingatkan para Cagub dan Cawagub yang bakal mengikuti Pilkada 2024.
Hal ini disampaikannya di Samarinda pada Selasa (4/6/2024). Dia menekankan pentingnya calon gubernur yang responsif dan adaptif terhadap kebutuhan generasi muda.
“Kami ingin didengarkan, bukan hanya diberi uang. Pemimpin yang baik adalah mereka yang mendengar dengan hati dan bersedia untuk bekerja sama dalam berbagai bentuk, bukan hanya dengan fresh money,” ujar Hanna mengutip AntaraKaltim, Rabu (5/6/2024).
Dia mengungkapkan bahwa pemimpin masa depan haruslah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan bahasa yang relevan bagi anak muda, serta terbuka untuk belajar dan berkolaborasi tanpa selalu mengandalkan dukungan finansial.
Selain itu, Hanna juga menyoroti pentingnya kemampuan berbahasa Inggris bagi Gubernur, dengan prinsip think globally, act locally, yang mencerminkan pemahaman mendalam tentang isu lokal dan kemampuan untuk merespon secara cepat.
“Open minded dan orientasi pada aksi, bukan sekadar janji, adalah kunci,” tambah Hanna.
Lanjut dia menilai, ada beberapa area yang perlu mendapat perhatian lebih, termasuk pemberdayaan perempuan, inovasi dan riset, digitalisasi, ekonomi berkelanjutan, pemberdayaan UMKM, kesehatan, infrastruktur, dan hubungan internasional, terutama dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Adapun dua aspek yang dianggap prioritas adalah “Peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM) dan optimalisasi ekonomi kreatif. Ini adalah fondasi untuk membangun Kaltim yang lebih maju dan berkelanjutan,” sambungnya.
Sebuah polling acak yang dilakukan pihaknya di media sosial menunjukkan bahwa jika pemilihan gubernur diadakan hari ini, 82 persen dari 56 responden ternyata memilih Isran Noor, sementara 11 persen memilih Mahyudin, dan 7 persen memilih Rudy Mas’ud.
Polling ini, menurutnya, mencerminkan kecenderungan masyarakat Kaltim pada sosok petahana dalam memilih pemimpin yang dianggap mampu membawa perubahan positif dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.
“Seperti program Beasiswa Kaltim kepada generasi muda yang menjadi tulang punggung masa depan daerah ini,” tukasnya.
Dengan pemilihan gubernur yang akan datang, “Mata publik tertuju pada calon-calon yang mampu mewujudkan visi Kaltim yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan,” tandas Hanna.
Redaksi

