Sabtu, Oktober 10, 2026
No menu items!

Bupati PPU Temui Menteri PU Usulkan Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih hingga Infrastruktur

Jakarta, Satu Indonesia – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor melakukan audiensi dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo pada Rabu (7/10/2026) siang.

Audiensi yang digelar di ruang kerja Menteri PU, Gedung Utama Kantor Kementerian Pekerjaan Umum berkesempatan menyampaikan sejumlah usulan pembangunan strategis.

Bupati Mudyat Noor menyatakan dirinya menyampaikan beberapa sejumlah usulan strategis terkait peningkatan dan perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan dan peningkatan jembatan, pengembangan bendungan, serta pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Mudyat menilai, pembangunan infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, khususnya dalam membuka akses antarkawasan, mendukung sektor pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten PPU.

“Ini diperlukan untuk mendukung akses masyarakat, kegiatan pertanian, dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara,” jelas Mudyat Noor usai pertemuan di Jakarta.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) saat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Sebakung Jaya pada awal September 2026 lalu | Satu Indonesia/Istimewa-HO.

Dimana sejumlah desa seperti di Babulu Darat, Sebakung Jaya, Gunung Intan, Babulu Laut dan kelurahan seperti di Sepaku, Karang Jinawi, Argo Mulyo, Salok Lowang, Mentawir, serta RT 008 Kelurahan Gunung Seteleng dilaporkan mengalami krisis air bersih.

BPBD telah salurkan bantuan air bersih 1 juta liter

Per 28 September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat total air bersih yang telah didistribusikan kepada warga terdampak kemarau panjang telah mencapai 1.008.200 liter melalui 198 kali pengiriman armada tangki.

Jumlah tersebut diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila. Ia menyebut, program distribusi pasokan air bersih ini telah digulirkan secara intensif dan rutin sejak Agustus lalu.

Pemenuhan kebutuhan air bersih masih bergilir

Pada Agustus 2026 lalu, Direktur Perumda AMDT PPU Abdul Rasyid mengungkapkan bahwa ketersediaan air saat itu menurun hampir 50 persen. Untuk menanggulangi persoalan dimaksud, Perumda AMDT bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU mulai menyiapkan sejumlah sumber air alternatif untuk mengantisipasi kondisi yang berpotensi semakin memburuk.

Pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten yang berjuluk Serambi Nusantara ini sangat krusial. Pasalnya di tengah musim kemarau ini, warga belakangan ini terpaksa mendapatkan air bersih dengan bergilir imbas menipis pasokan air bersih.

Bahkan, PDAM setempat sempat mematikan total Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lawe-Lawe dan menerapkan penyaluran air bersih bergilir mulai pekan ketiga September lalu.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI