Minggu, Agustus 16, 2026
No menu items!

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pemkab Berau Tetap Salurkan Beasiswa

ilustrasi Aktifitas Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran di ruang kelas.

TANJUNG REDEB, Satu Indonesia – Pemerintah Kabupaten Berau tetap mempertahankan program Beasiswa Berau Cerdas di tengah penyesuaian anggaran yang dilakukan tahun ini. Sebanyak 1.050 pelajar dan mahasiswa telah ditetapkan sebagai penerima bantuan pendidikan 2026.

Program tersebut kini berada dalam tahap persiapan pencairan. Para penerima masih perlu menyelesaikan kelengkapan administrasi sebelum bantuan disalurkan melalui rekening masing-masing.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Berau, Toto Marjito, mengatakan penerima tahun ini terbagi dalam dua kelompok. Sebanyak 500 orang merupakan mahasiswa jenjang D1 hingga D3 dan S1, sedangkan 550 lainnya merupakan pelajar tingkat SLTA atau sederajat.

Mahasiswa memperoleh bantuan Rp4 juta per orang. Adapun pelajar mendapatkan Rp3 juta untuk setiap penerima. Dengan komposisi tersebut, anggaran yang disiapkan pemerintah daerah mencapai Rp3,65 miliar. Alokasi untuk mahasiswa sebesar Rp2 miliar, sementara Rp1,65 miliar diperuntukkan bagi pelajar.

Daftar penerima sendiri telah diumumkan melalui laman resmi Pemerintah Kabupaten Berau. Mereka yang tercantum dalam daftar tersebut selanjutnya mengikuti tahapan administrasi sebagai bagian dari proses pencairan.

Toto menyebut kuota tahun ini belum dapat diperluas karena pemerintah daerah masih melakukan efisiensi sesuai kondisi fiskal. Dengan demikian, jumlah penerima ditetapkan sebanyak 1.050 orang.“Total keseluruhan mencapai Rp3,65 miliar. Tahun ini hanya 1.050 penerima,” tegasnya.

Meski jumlah penerima terbatas, pemerintah daerah memastikan program bantuan pendidikan tetap berjalan. Kebijakan tersebut menjadi bentuk keberlanjutan dukungan terhadap pelajar dan mahasiswa di tengah penyesuaian belanja daerah.

Bupati Berau Sri Juniarsih sebelumnya menyampaikan bahwa pendidikan tetap menjadi salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian. Menurutnya, dukungan pendidikan memiliki kaitan dengan upaya pemerintah daerah menyiapkan sumber daya manusia yang lebih baik.

Karena itu, efisiensi anggaran tidak dipandang sebagai alasan untuk menghapus program Beasiswa Berau Cerdas. Pemerintah daerah memilih melakukan penyesuaian dengan tetap mempertahankan program yang dianggap penting bagi masyarakat. “Program Berau Cerdas tentu akan tetap kami laksanakan sebaik mungkin,” kata Sri Juniarsih.

Keberlanjutan program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa bantuan pendidikan masih ditempatkan sebagai salah satu prioritas pemerintah daerah, meski pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan Kabupaten Berau.

TERPOPULER

TERKINI

Sertifikasi Halal Jadi Bekal UMK Olahan Ikan Berau Perluas Pasar

Layanan pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan dalam kegiatan Pasar Ikan Murah dan Bazar UMKM di Kelurahan Gunung Tabur,...