Jumat, Agustus 7, 2026
No menu items!

Pemkot Balikpapan Siapkan Penataan Menyeluruh Pasar Pandansari, Pedagang Akan Dipindahkan ke Kios Kosong

Satu Indonesia, Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai mematangkan rencana penataan menyeluruh kawasan Pasar Pandansari sebagai upaya mengatasi kemacetan sekaligus mewujudkan pasar yang lebih tertib, nyaman, dan representatif.

Salah satu langkah yang disiapkan yakni mengoptimalkan pemanfaatan kios di lantai 3 dan 4 yang hingga kini masih banyak belum ditempati pedagang. Penataan juga akan dibarengi dengan penerapan zonasi berdasarkan jenis komoditas yang diperdagangkan.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., mengatakan Pasar Pandansari menjadi salah satu prioritas penataan karena merupakan pusat aktivitas perdagangan terbesar di Kota Balikpapan.

“Kami ingin seluruh fasilitas yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal. Masih banyak kios di lantai 3 dan 4 yang kosong, sehingga ini menjadi bagian dari penataan yang sedang kami siapkan,” kata Bagus, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, Dinas Perdagangan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, perwakilan pedagang, ketua RT, lurah, hingga camat. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh kebijakan yang diterapkan mendapat dukungan dari masyarakat dan para pedagang.

“Pendekatan yang kami lakukan mengedepankan musyawarah. Pemerintah tidak ingin mengambil keputusan secara sepihak. Semua unsur kami libatkan agar penataan pasar berjalan baik dan tidak menimbulkan persoalan baru,” ujarnya.

Selain mengisi kios yang masih kosong, pemerintah juga akan menerapkan sistem zonasi agar pedagang dengan jenis komoditas yang sama ditempatkan dalam satu kawasan. Pola tersebut diharapkan memudahkan masyarakat berbelanja sekaligus menciptakan tata kelola pasar yang lebih rapi.

“Kalau penjual sayur berada dalam satu kawasan, pedagang daging di lokasi yang berbeda, kemudian pedagang kebutuhan lainnya juga memiliki zonanya masing-masing, masyarakat tentu akan lebih mudah berbelanja. Pasar juga menjadi lebih rapi,” jelas Bagus.

Pemkot Balikpapan juga menyoroti masih adanya pedagang yang memanfaatkan badan jalan untuk berjualan. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab kemacetan di sekitar Pasar Pandansari, terutama pada jam-jam sibuk.

“Kalau badan jalan dipakai untuk berdagang, ruang kendaraan menjadi sempit dan arus lalu lintas pasti terganggu. Kawasan pasar juga terlihat semrawut. Karena itu kami ingin mengembalikan fungsi jalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Dalam proses penataan, pemerintah memastikan pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas. Camat dan lurah diminta terus membangun komunikasi serta memberikan pendampingan kepada pedagang agar bersedia menempati kios yang telah disediakan.

“Saya berharap seluruh jajaran di tingkat kecamatan dan kelurahan terus melakukan komunikasi dengan pedagang. Edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar mereka memahami bahwa penataan ini bertujuan menciptakan pasar yang lebih tertib, nyaman, aman, sekaligus menguntungkan bagi semua pihak,” tuturnya.

Pemkot Balikpapan menargetkan penataan Pasar Pandansari dapat dilakukan secara bertahap dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Selain meningkatkan kenyamanan berbelanja, penataan tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi bangunan pasar dan mengurangi kemacetan di kawasan perdagangan tersebut.

TERPOPULER

TERKINI