Minggu, Juni 28, 2026
No menu items!

Orangutan Terus Masuk Permukiman dan Rusak Kebun, Warga Kutai Timur Desak BKSDA Kaltim Bertindak

Bengalon, Satu Indonesia – Intensitas konflik antara manusia dan orangutan di Desa Tebangan Lembak, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim, terus meningkat. Satwa dilindungi ini hampir setiap hari memasuki permukiman dan merusak perkebunan warga, termasuk sawit, pisang, dan tanaman pangan lainnya.

Situasi tersebut menimbulkan keresahan di masyarakat. Orangutan yang sebelumnya berada di kawasan hutan kini masuk hingga ke pekarangan rumah dan lahan pertanian, sehingga mengganggu aktivitas warga serta menimbulkan kerugian ekonomi.

Dalam keterangannya, Sabtu (27/06/2026), tokoh masyarakat Desa Tebangan Lembak, Rahmad Purwanto mengatakan konflik tersebut sudah berlangsung cukup lama dan intensitas kemunculan orangutan terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

“Orangutan sekarang hampir setiap hari datang ke kebun dan masuk sampai ke dekat permukiman warga. Mereka memakan buah pisang, merusak tanaman, bahkan masuk ke kebun sawit. Kondisi ini membuat masyarakat semakin resah karena kerusakan yang ditimbulkan terus bertambah,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat setempat paham bahwa orangutan merupakan satwa yang dilindungi sehingga tak ingin mengambil tindakan yang dapat membahayakan satwa tersebut. Namun mereka juga berharap ada langkah nyata dari pemerintah agar mereka tak terus dirugikan.

“Warga tidak ingin menyakiti orangutan karena kami tahu satwa ini dilindungi. Tetapi kami juga berharap ada solusi. Jangan sampai masyarakat terus mengalami kerugian setiap hari sementara konflik ini tidak pernah selesai,” katanya.

Kerusakan tak hanya menimpa kebun pisang warga yang menjadi sumber pakan favorit orangutan, tetapi juga pada lahan pertanian lain. Bahkan beberapa orangutan diketahui membuat sarang di kawasan yang semakin dekat dengan permukiman.

Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur segera turun tangan melakukan penanganan, termasuk mempertimbangkan pemindahan orangutan ke habitat yang lebih aman dan jauh dari permukiman.

“Kami berharap BKSDA segera melakukan tindakan. Kalau memang memungkinkan, orangutan dipindahkan ke habitat yang lebih sesuai sehingga keselamatan satwa tetap terjaga, tetapi masyarakat juga bisa beraktivitas dan berkebun dengan tenang,” ujarnya.

Warga berharap penanganan dilakukan secepat mungkin agar konflik manusia dan satwa liar tidak semakin meluas. Selain menghindari kerugian ekonomi masyarakat, langkah tersebut juga dinilai penting untuk menjaga keselamatan orangutan sebagai satwa yang dilindungi sekaligus mencegah potensi konflik yang lebih besar di kemudian hari.

TERPOPULER

TERKINI

PESAN 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Syariah, BI Balikpapan Andalkan Wakaf Produktif

Satu Indonesia, Balikpapan – Bank Indonesia (BI) Balikpapan menjadikan penyelenggaraan Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026 sebagai momentum memperkuat ekonomi syariah sekaligus mendorong lahirnya...