Samarinda, Satu Indonesia – Dunia pendidikan menghadapi tantangan besar dalam membentuk karakter generasi muda. Derasnya arus digitalisasi dan pengaruh media sosial menuntut perhatian serius agar nilai-nilai kebangsaan tetap terjaga.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Armin, seusai mengikuti peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (01/06/2026).
Armin membeber, derasnya arus informasi melalui media sosial mulai memengaruhi perilaku dan nilai budaya generasi muda. Sebab itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur berupaya memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan pendidikan.
“Pada Hari Lahir Pancasila ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur ingin menyampaikan bahwa tantangan pendidikan ke depan adalah karakter bangsa. Ada kecenderungan degradasi karakter anak-anak kita karena serbuan media sosial yang begitu masif dan ada nilai-nilai budaya yang mulai hilang,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan nilai Pancasila harus dilakukan dengan mengembalikan pendidikan pada cita-cita luhur para pendiri bangsa melalui pembentukan karakter sejak dini.
Armin menilai tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran akademik, tetapi juga implementasi nilai-nilai kehidupan dalam proses belajar mengajar di sekolah.
“Tantangan pendidikan kita sekarang adalah bagaimana implementasi nilai-nilai dalam pembelajaran. Kita lihat serbuan media sosial dan pembelajaran digitalisasi itu tidak serta-merta bisa memperkuat karakter anak kita,” katanya.
Ia pun menekankan pentingnya peran guru dalam membangun karakter peserta didik melalui pembiasaan positif di lingkungan sekolah.
“Oleh sebab itu, yang harus dilakukan di sekolah adalah bagaimana guru-guru kita membangun nilai-nilai itu dengan pembiasaan kecil yang nantinya membangun karakter dan identitas mereka,” ujarnya.
Ia mencontohkan pembentukan karakter dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menghormati orang tua dan guru, serta menjaga lingkungan sekitar.
“Contohnya bagaimana menghargai orang tua, menghargai guru, dan juga nilai-nilai lain seperti menjaga lingkungan. Ini yang perlu dibangun,” ucapnya.
Armin berharap penguatan pendidikan karakter berbasis nilai Pancasila dapat menjadi fondasi dalam membentuk generasi muda Kalimantan Timur yang berintegritas dan berbudaya.

