Balikpapan, Satu Indonesia — Permasalahan ketersediaan air bersih kembali menjadi sorotan di Kelurahan Karangjoang, Kecamatan Balikpapan Utara. Warga setempat mengancam akan menutup akses jalan menuju Waduk Manggar sebagai bentuk protes atas belum tersedianya layanan air bersih di wilayah mereka.
Ancaman tersebut mencuat dalam pertemuan antara warga dan Anggota DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, yang berlangsung di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Km 10 belum lama ini. Dalam forum tersebut, warga menyampaikan kekecewaan atas lambannya realisasi pemasangan jaringan distribusi air bersih.
Menurut warga, persoalan ini telah berlangsung cukup lama tanpa solusi yang jelas. Sejumlah usulan yang diajukan sejak bertahun-tahun lalu disebut belum mendapatkan tindak lanjut. Bahkan, terdapat warga yang telah menetap hingga satu dekade di sekitar Waduk Manggar tanpa menikmati akses air bersih.
Ketua RT 18 Karangjoang, Karlan, mengungkapkan bahwa warga sebelumnya telah diminta membayar biaya pemasangan sambungan pipa. Namun hingga saat ini, pekerjaan tersebut belum juga direalisasikan.
“Sudah diminta biaya, tapi sampai sekarang belum ada pemasangan,” ujarnya.
Kondisi serupa juga dialami warga lain, termasuk mereka yang telah tinggal puluhan tahun di kawasan tersebut. Minimnya akses air bersih dinilai semakin memperburuk kualitas hidup masyarakat setempat.
Kekecewaan yang terus menumpuk akhirnya memicu rencana aksi penutupan akses jalan menuju Waduk Manggar. Langkah tersebut direncanakan sebagai bentuk tekanan agar persoalan segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
Menanggapi keluhan tersebut, Syarifuddin Oddang menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan. Ia menilai persoalan di Karangjoang harus segera diselesaikan.
“Ini kebutuhan dasar. Tidak bisa terus ditunda,” tegasnya.
Oddang juga menyoroti banyaknya aspirasi warga yang belum terealisasi, sehingga berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Meski menghadapi berbagai kendala, ia mendorong agar proses pembangunan jaringan tetap dilaksanakan, meskipun dilakukan secara bertahap.
“Kalau tidak bisa sekaligus, kerjakan bertahap. Yang penting ada progres,” katanya.
Sementara itu, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) melalui bagian distribusi menyebut keterbatasan anggaran sebagai salah satu hambatan utama, khususnya dalam pembangunan pipa induk. Selama ini, pengembangan jaringan juga mendapat dukungan dari Dinas Pekerjaan Umum.
Persoalan ini menjadi perhatian penting mengingat Waduk Manggar merupakan salah satu sumber utama air baku di Balikpapan. Ironisnya, warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut justru belum sepenuhnya menikmati layanan air bersih.
Dengan meningkatnya tekanan dari masyarakat, penyelesaian masalah ini diharapkan segera menjadi prioritas agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi secara merata.

