Selasa, April 21, 2026
No menu items!

Balikpapan Siapkan 100 Formasi Guru PJLP, Solusi Cepat Atasi Kekurangan Tenaga Pengajar

Satu Indonesia, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kembali membuka peluang bagi tenaga pengajar non-ASN untuk mengisi kekurangan guru di sejumlah sekolah. Sekitar 100 formasi guru berstatus Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) dijadwalkan dibuka pada April hingga Mei 2026.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan langkah ini diambil sebagai solusi cepat untuk menutup kekosongan tenaga pengajar, khususnya di jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

“Kami targetkan dalam waktu dekat, sekitar April sampai Mei ini sudah bisa dibuka kembali. Kurang lebih ada 100 formasi guru PJLP yang disiapkan,” ujar Irfan saat ditemui di lingkungan Pemkot Balikpapan, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, kekurangan guru di Balikpapan dipengaruhi berbagai faktor, seperti terbatasnya formasi aparatur sipil negara (ASN), serta adanya tenaga pengajar yang pensiun maupun mutasi. Kondisi ini menyebabkan sejumlah sekolah belum memiliki jumlah guru yang ideal.

Menurut Irfan, skema PJLP menjadi solusi jangka pendek yang paling memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak di lapangan sambil menunggu tambahan formasi ASN dari pemerintah pusat.

“Melalui PJLP ini kita bisa bergerak lebih cepat. Sekolah yang kekurangan guru bisa segera terisi, sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu,” katanya.

Disdikbud juga terus melakukan pemetaan kebutuhan guru di setiap sekolah secara berkala guna memastikan distribusi tenaga pengajar lebih merata. Kebutuhan tersebut bervariasi, terutama pada mata pelajaran tertentu seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

“Kami petakan kebutuhan masing-masing sekolah agar penempatan guru tidak menumpuk di satu tempat, tetapi benar-benar sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ia menegaskan, ketersediaan tenaga pengajar tetap menjadi faktor utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, meskipun didukung fasilitas dan teknologi pembelajaran.

“Yang paling utama tetap gurunya. Kalau gurunya kurang, pembelajaran tidak akan maksimal,” tegasnya.

Ke depan, Pemkot Balikpapan tetap akan mengusulkan penambahan formasi guru ASN sebagai solusi jangka panjang. Namun untuk saat ini, rekrutmen melalui skema PJLP dinilai sebagai langkah strategis agar tidak terjadi kekosongan guru di sekolah dan proses belajar mengajar tetap berjalan optimal.

TERPOPULER

TERKINI