Sabtu, Mei 30, 2026
No menu items!

Wali Kota Balikpapan Tekankan Pentingnya Peran RT dalam Pencegahan Kekerasan Anak

Satu Indonesia, Balikpapan – Wali Kota Balikpapan, Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., menekankan pentingnya keterlibatan aktif Rukun Tetangga (RT) dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, menyusul munculnya sejumlah kasus dugaan percobaan penculikan anak di wilayah tersebut.

Rahmad menyampaikan, pemerintah kota telah berupaya menghadirkan berbagai program dan fasilitas untuk mendukung perlindungan serta tumbuh kembang anak, mulai dari penyediaan pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang bermain ramah anak. Namun, ia menilai keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada peran lingkungan terdekat, khususnya keluarga dan RT.

“Pemerintah sudah memberikan program, memfasilitasi, dan menyediakan fasilitas. Tetapi yang lebih dekat dan lebih bertanggung jawab adalah orang tua, dibantu oleh lingkungan, termasuk RT,” ujar Rahmad, Jum’at (3/4/2026).

Ia menegaskan, RT memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak di tingkat masyarakat dalam menyampaikan edukasi serta membangun kesadaran kolektif terkait perlindungan anak. Melalui peran tersebut, RT diharapkan mampu menggerakkan warga untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan, terutama bagi anak-anak.

Menurut Rahmad, pencegahan kekerasan anak harus dimulai dari lingkungan keluarga. Ia menekankan bahwa rumah merupakan tempat pendidikan utama bagi anak dalam membentuk karakter dan memahami nilai-nilai kehidupan.

“Sekolah yang paling utama itu adalah di rumah. Orang tua harus bisa memberikan edukasi kepada anak, mana yang baik dan mana yang tidak baik,” katanya.

Terkait isu percobaan penculikan anak, Rahmad mengakui bahwa potensi kejahatan tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Namun, ia menekankan pentingnya langkah preventif melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, baik oleh pemerintah, sekolah, maupun RT.

“Masalah seperti ini tidak mungkin hilang di muka bumi, tetapi bagaimana ikhtiar kita untuk mengurangi dan mencegah. Salah satunya melalui edukasi yang terus dilakukan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan di era digital yang dinilai turut memengaruhi pola pengasuhan anak. Menurutnya, penggunaan teknologi harus disertai dengan pengawasan dan pendampingan dari orang tua serta lingkungan sekitar.

“Media digital itu penting, tetapi harus disikapi dengan bijak. Anak-anak perlu didampingi dan dibatasi penggunaannya,” kata Rahmad.

Lebih lanjut, Rahmad mengingatkan bahwa pemerintah telah memberikan dukungan konkret kepada RT melalui peningkatan dana operasional, dari Rp500.000 menjadi Rp1.500.000 per bulan.

Dukungan ini diharapkan mampu mendorong RT untuk lebih aktif menjalankan fungsi sosial dan pengawasan di lingkungan masing-masing.
Namun, ia juga memberikan peringatan tegas bahwa bantuan tersebut dapat dievaluasi jika RT tidak menjalankan tugasnya secara optimal.

“Kalau RT tidak menjalankan fungsi dan tugasnya, besar kemungkinan dana operasional itu akan dicabut kembali,” tegasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, RT, dan masyarakat, Rahmad berharap upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di Balikpapan dapat dilakukan secara lebih efektif, sehingga tercipta lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak.

TERPOPULER

TERKINI

Susu Sapi vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Samarinda, Satu Indonesia – Susu sapi dan susu kedelai sama-sama populer sebagai minuman sehat. Susu kedelai kini banyak diperkaya kalsium sehingga kandungan nutrisinya mendekati...