Rabu, April 22, 2026
No menu items!

Tahun Ajaran Baru Picu Peningkatan Transaksi Gadai Emas di Balikpapan

Balikpapan, Satu Indonesia – Pada periode tahun ajaran baru, aktivitas transaksi di berbagai lembaga pembiayaan mengalami peningkatan signifikan. Tak terkecuali dengan PT Pegadaian Area Balikpapan. Kebutuhan dana segar masyarakat untuk keperluan pendidikan anak tercatat mendominasi, mencapai 20 hingga 30 persen dari total pembiayaan yang disalurkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Departemen Gadai Area Balikpapan, Ramadani pada Rabu (01/04/2026). Ia mengungkapkan tren kebutuhan dana pendidikan tersebut cukup signifikan di samping pembiayaan untuk modal kerja dan kebutuhan konsumtif lainnya.

“Banyak, sekitar 20-30 persen dari total pembiayaan itu biasanya untuk pendidikan. Selebihnya untuk kebutuhan konsumtif dan modal kerja,” ujarnya.

Di tengah tingginya kebutuhan mendesak tersebut, pola pembiayaan masyarakat di Balikpapan cenderung beralih ke metode yang lebih efisien, salah satunya melalui pemanfaatan aset emas. Fenomena ini dimanfaatkan oleh masyarakat umum maupun pelaku UMKM yang memerlukan dana instan untuk perputaran modal usaha.

“Mereka butuh dana cepat, emas keluarga digadaikan, dan itu langsung cair. Standar kami 15 menit, uang sudah bisa diterima,” ucapnya.

Prosedur yang diterapkan cukup sederhana, di mana nasabah hanya perlu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan barang jaminan (emas) ke outlet. Petugas penaksir yang tersertifikasi akan melakukan pemeriksaan fisik emas untuk menentukan nilai pencairan.

Selain layanan fisik, perkembangan teknologi turut memfasilitasi kebutuhan dana cepat. Nasabah yang memiliki saldo tabungan emas digital dapat mengajukan pembiayaan secara langsung tanpa perlu mendatangi outlet.

“Kalau nasabah punya saldo tabungan emas di aplikasi, mereka bisa gadai berapa gram pun langsung cair ke rekening. Itu hitungan tek-tek, sekitar 2-3 menit sudah cair,” jelasnya.

Lebih lanjut, momen menjelang Lebaran 2026 juga turut memicu kenaikan rata-rata nilai pinjaman. Tercatat terjadi peningkatan rata-rata pinjaman gadai dari kisaran Rp10 juta – Rp100 juta, menjadi Rp15 juta hingga Rp120 juta per nasabah. Hal ini menunjukkan dinamika kebutuhan dana masyarakat yang meningkat secara signifikan di momen-momen tertentu.

TERPOPULER

TERKINI