Satu Indonesia, Balikpapan – Kondisi Jalan Soekarno-Hatta di wilayah Balikpapan Utara yang mengalami kerusakan parah memicu keluhan warga. Jalan berlubang dan bergelombang, yang oleh warga disebut “jalan kriting”, dinilai membahayakan pengguna jalan dan kerap menyebabkan kecelakaan.
Kerusakan tersebut terpantau di ruas Km 4 dan telah berlangsung cukup lama. Sejumlah pengendara dilaporkan mengalami kecelakaan, bahkan tidak jarang menimbulkan korban jiwa.
Ketua RT 9 Perumnas, Kasmadi, turun langsung ke lokasi untuk mengingatkan pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas. Dengan menggunakan pengeras suara, ia mengimbau pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan.
“Bapak – ibu hati-hati, pelan-pelan jalan bergelombang dan kriting, kurangi kecepatan kendaraannya,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kasmadi juga menyampaikan harapan kepada Presiden RI agar memberikan perhatian terhadap kondisi jalan yang dinilai tidak layak.
“Ini pas masih suasana lebaran, jalannya kriting-kriting, berlobang-lobang, kami mohon kepada Pak Prabowo Subianto, Presiden kita yang baik hati, tolong diperhatikan. Ini tidak rasional, warga bayar pajak lambat di denda tapi jalanan tetap rusak, nah bagaimana masyarakat tidak marah. Kalau ekonomi mau bangkit, ya jalan yang rusak-rusak ini dibaiki, kan begitu tolong Pak Prabowo,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 40 Kelurahan Batu Ampar, Juadi. Ia mengungkapkan bahwa kondisi jalan di Km 3, tepatnya di depan Markas Denzipur Kodam VI Mulawarman, juga mengalami kerusakan cukup serius dengan penurunan badan jalan hingga sekitar 30 sentimeter.
Menurutnya, perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah secara menyeluruh. Ia juga mengaku prihatin karena kecelakaan sering terjadi di lokasi tersebut, termasuk insiden truk yang pernah terperosok ke jurang di sekitar kawasan itu.
Warga setempat berharap pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dapat melakukan perbaikan secara permanen, mengingat status jalan tersebut merupakan jalan negara dan menjadi jalur vital.
Selain itu, warga juga meminta perhatian DPRD Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Komisi III, agar segera menindaklanjuti kondisi tersebut.
“Kami ingin perbaikannya dilakukan secara permanen, sehingga tidak ada lagi ke khawatiran pengendara saat melintas jalan tersebut,” tutupnya.

