Minggu, April 26, 2026
No menu items!

200 Suspek Campak Ditemukan, Dinkes Balikpapan Percepat Imunisasi dan Edukasi Warga

Satu Indonesia, Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat sekitar 200 kasus suspek campak dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan ini mendorong pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan serta mempercepat cakupan imunisasi, terutama bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap.

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Dra. Alwiati, menyampaikan bahwa sebagian besar kasus masih berstatus suspek dan belum seluruhnya terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium. Meski demikian, langkah pencegahan tetap dilakukan secara maksimal.

“Walaupun jumlahnya cukup tinggi, Balikpapan belum masuk kategori daerah endemis. Karena itu, kita belum memerlukan langkah outbreak response immunization dari pemerintah pusat. Namun, kewaspadaan tetap kami tingkatkan,” ujar Alwiati, Kamis (26/3/2026).

Ia menjelaskan, campak merupakan penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi. Masyarakat yang telah divaksin tetap berpotensi terinfeksi, namun umumnya mengalami gejala yang lebih ringan dibandingkan yang belum mendapatkan imunisasi.

Kelompok paling rentan, lanjutnya, adalah anak-anak yang belum memperoleh imunisasi dasar lengkap. Untuk itu, Dinkes Balikpapan kini menggencarkan program imunisasi kejar guna memastikan seluruh anak mendapatkan perlindungan.

“Kami fokus mengejar anak-anak yang belum imunisasi. Ini penting untuk membentuk kekebalan kelompok agar penularan bisa ditekan,” katanya.

Selain vaksinasi, Dinkes juga memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait perilaku hidup bersih dan sehat. Salah satu hal yang disoroti adalah kebiasaan menyentuh atau mencium bayi tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

“Sering kali orang dewasa menjenguk bayi, langsung menyentuh atau mencium tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Padahal virus bisa saja terbawa. Ini yang kami ingatkan kepada masyarakat,” ucapnya.

Dinkes juga mengimbau masyarakat yang mengalami gejala campak, seperti demam dan ruam, agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pasien yang terpapar dianjurkan menjalani isolasi mandiri selama sekitar dua minggu untuk mencegah penularan lebih lanjut.

“Pasien harus membatasi kontak dengan orang lain. Ini langkah penting agar tidak terjadi penularan lanjutan di keluarga maupun masyarakat,” kata Alwiati.

Sebagai upaya pengendalian, Dinkes Balikpapan telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan kepada seluruh fasilitas kesehatan dan masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan warga, penyebaran campak diharapkan dapat dikendalikan dan tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa.

TERPOPULER

TERKINI