Samarinda, Satu Indonesia – Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyoroti dinamika geopolitik global yang dinilai turut memberi pengaruh terhadap perekonomian, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Hal tersebut ia sampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral bersama Kapolda Kalimantan Timur. Agenda yang membahas kesiapan pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah itu digelar secara virtual melalui video conference pada Senin (09/03/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun mengingatkan situasi geopolitik internasional, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia. Dampak dari konflik tersebut dinilai dapat merambat hingga memengaruhi kondisi perekonomian Indonesia, termasuk di tingkat daerah.
Menurutnya, salah satu indikator yang saat ini perlu menjadi perhatian adalah kenaikan harga minyak dunia. Ia menyebut perkembangan konflik di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir telah mendorong lonjakan harga minyak secara signifikan.
“Beberapa hari terakhir kita melihat perkembangan perang di Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak dunia,” ujar Andi Harun.
Lebih lanjut ia menjelaskan, sebelum konflik memanas, harga minyak dunia berada pada kisaran 72 dolar Amerika Serikat per barel. Namun dalam beberapa hari terakhir harga tersebut melonjak hingga mencapai sekitar 108 dolar per barel.
Kenaikan tersebut dinilai telah melampaui batas psikologis yang selama ini menjadi acuan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka tekanan terhadap anggaran negara diperkirakan akan semakin besar.
“Level psikologis kita itu sekitar 72 sampai 80 dolar per barel. Ketika harga minyak sudah melewati angka 100 dolar, tentu akan mempengaruhi kondisi fiskal negara,” ujarnya.
Andi Harun juga menyinggung pernyataan Menteri Keuangan yang menyebutkan saat ini defisit anggaran negara telah mencapai sekitar 0,53 persen dari produk domestik bruto atau setara dengan sekitar Rp135,7 triliun. Angka tersebut dinilai masih berpotensi meningkat apabila konflik global terus berlangsung dalam waktu yang lama.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya dirasakan di tingkat nasional, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi ekonomi di daerah.
Oleh sebab itu pemerintah daerah diminta untuk mulai mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi, termasuk potensi tekanan ekonomi dan dampaknya terhadap stabilitas sosial masyarakat.

