Samarinda, Satu Indonesia – Bagi ibu menyusui, menjalani ibadah puasa sering kali menimbulkan pertanyaan besar: apakah aman bagi produksi dan kualitas ASI?
Kekhawatiran ini wajar, sebab ASI merupakan sumber gizi utama bayi, mengandung protein, vitamin, mineral, serta berbagai zat penting yang mendukung tumbuh kembang si kecil.
Tidak sedikit ibu yang memberikan ASI eksklusif merasa ragu, karena ada anggapan bahwa berpuasa bisa membuat ASI berkurang baik dari segi jumlah maupun kandungan nutrisinya. Pandangan tersebut tentu menimbulkan dilema antara keinginan beribadah dan kebutuhan menjaga kesehatan bayi.
Untuk menjawab keraguan tersebut, mari kita telusuri lebih jauh bagaimana sebenarnya puasa memengaruhi kondisi ibu menyusui dan apakah benar kualitas serta kuantitas ASI akan terganggu. Melansir Alodokter, berikut penjelasan lengkapnya.
Kaitan Puasa dengan Kualitas dan Kuantitas ASI
Pada dasarnya, berpuasa saat menyusui aman untuk dilakukan, asalkan Busui dalam keadaan yang sehat. Faktanya, puasa selama seharian penuh umumnya tidak akan memengaruhi tekstur (ASI jadi encer), kualitas, maupun kuantitas ASI, karena saat puasa, tubuh secara alami akan menyesuaikan diri.
Jumlah ASI akan tetap sesuai dengan kebutuhan Si Kecil dan kualitasnya tidak akan jauh berbeda. Ketika puasa, kadar makronutrien ASI umumnya akan tetap sama. Namun, mungkin ada sedikit penurunan pada kadar mikronutrien, seperti zinc, magnesium, dan kalium.
Kendati demikian, penurunan kadar mikronutrien tersebut tidak terlalu berdampak pada tumbuh kembang anak. Jadi, Busui tidak perlu khawatir berlebihan. Jika Busui stres dan cemas berlebihan, ini justru bisa memengaruhi kuantitas ASI.
Selama Busui bisa menjalani puasa dengan nyaman dan menerapkan pola makan yang sehat, maka tidak akan terjadi perubahan yang bermakna pada kuantitas dan kualitas ASI.
Namun, walaupun kualitas dan kuantitas ASI yang dihasilkan selama puasa tetap sama, ingatlah untuk selalu menerapkan pola makan yang sehat. Konsumsilah jenis makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa, seperti aneka buah, ikan, daging, telur, kacang–kacangan, dan biji–bijian.
Untuk menurunkan risiko terjadinya dehidrasi saat puasa, Busui dianjurkan untuk minum air putih setidaknya 8 gelas saat sahur dan berbuka. Busui bisa menggunakan rumus 2-4-2, yaitu 2 gelas saat berbuka, 4 gelas sebelum tidur, dan 2 gelas di waktu sahur.
Selain itu, cukupi juga waktu tidur dan kelola stres dengan cara yang baik, misalnya dengan bercerita kepada pasangan atau orang yang dipercaya tentang keluh kesah, meditasi, dan rutin berolahraga.
Kendati aman untuk dilakukan, ingat, Busui sangat tidak dianjurkan memaksakan diri untuk berpuasa jika saat menjalaninya Busui merasa sangat lemas atau lelah. Busui juga tidak disarankan berpuasa jika memiliki kondisi kesehatan tertentu yang tidak memungkinkan Busui untuk berpuasa, seperti gangguan pencernaan.
Bila Busui ragu dengan kondisi kesehatan tetapi ingin tetap berpuasa, ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

