Minggu, April 26, 2026
No menu items!

Serangan Bersenjata di Pos PT Kristal Nabire Tewaskan Dua Orang, Aparat Lakukan Investigasi Intensif

Satu Indonesia, Nabire – Penyerangan bersenjata terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Sabtu (21/2/26) sekitar pukul 12.00 WIT. Insiden tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan mengakibatkan kerusakan pada fasilitas perusahaan.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Yusuf Sutejo, menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut.

“Kami mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa kedua korban. Begitu menerima laporan, Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Nabire langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan, olah tempat kejadian perkara, serta mengevakuasi korban,” ujarnya di Nabire.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan dua jenazah dalam kondisi hangus terbakar di antara puing bangunan pos yang ikut terbakar. Kedua korban kemudian dievakuasi ke RSUD Nabire untuk proses identifikasi dan autopsi. Hingga kini, identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis karena kondisi jenazah mengalami luka bakar berat.

Selain itu, aparat mendapati satu unit kendaraan perusahaan dengan empat lubang bekas tembakan di bagian depan. Kerusakan juga terlihat pada radiator mesin yang berlubang akibat proyektil. Namun, selongsong peluru belum ditemukan di sekitar lokasi, diduga karena tembakan dilepaskan dari jarak sekitar 50 hingga 100 meter.

Penyidik telah memeriksa empat saksi yang merupakan karyawan perusahaan. Berdasarkan keterangan awal, penyerangan diawali suara tembakan dan terlihat sekitar tiga orang pelaku berada di sekitar lokasi. Jumlah tersebut masih didalami lebih lanjut.

Menanggapi klaim tanggung jawab yang beredar di media sosial, aparat menegaskan tidak akan mengambil kesimpulan tanpa verifikasi.

“Kami tidak mendasarkan kesimpulan pada klaim sepihak. Seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan berbasis bukti,” tegas Yusuf.

Polisi juga mendalami informasi terkait dugaan perampasan senjata. Namun hingga saat ini dipastikan tidak ada anggota Polri yang bertugas menjaga lokasi PT tersebut. Informasi mengenai senjata masih dalam tahap penyelidikan.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan penanganan kasus akan dilakukan secara tegas dan terukur.

“Kami mengecam tindakan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan proporsional. Negara harus hadir untuk memastikan rasa aman bagi masyarakat serta menjaga stabilitas wilayah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, menyatakan pengejaran terhadap pelaku telah dilakukan sejak hari kejadian. Aparat juga melakukan pemetaan serta profiling terhadap kelompok yang diduga terlibat.

“Langkah-langkah pengamanan dan pengejaran terus kami lakukan secara terkoordinasi. Selain itu, tim juga mendalami motif serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan kelompok bersenjata di wilayah ini,” jelasnya.
Hingga kini, aparat gabungan masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku, motif penyerangan, serta memastikan identitas korban. Perkembangan kasus akan disampaikan secara resmi setelah investigasi menunjukkan hasil yang lebih komprehensif.

TERPOPULER

TERKINI