Kamis, Juni 4, 2026
No menu items!

13 Lubang Peluru di Pesawat Korowai, Satgas Damai Cartenz Perkuat Pengamanan di Papua Selatan

Satu Indonesia, Jayapura – Rentetan tembakan mengguncang Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Jumat (13/2/2026). Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) mengungkap terdapat 13 lubang peluru di badan pesawat yang diserang, dalam insiden yang menewaskan dua awak pesawat.

Kasatgas Humas , , menyampaikan temuan tersebut berdasarkan hasil penyelidikan awal.

“Dari hasil olah TKP, keterangan saksi, dan barang bukti yang ditemukan di lokasi, kami menyimpulkan terdapat 13 lubang bekas proyektil pada badan pesawat,” ujar Yusuf dalam keterangan resmi.

Ia menjelaskan, peristiwa terjadi saat pesawat mendarat di Bandara Korowai Batu dan bergerak menuju apron setelah menurunkan penumpang dari Tanah Merah. Pada saat bersamaan, penumpang yang akan melanjutkan penerbangan menuju Dekai, Kabupaten Yahukimo, tengah bersiap naik.

Sekitar 20 orang pelaku diduga melakukan penyerangan menggunakan senjata api dan senjata tajam. Penumpang yang berada di sekitar lokasi panik dan berlarian menyelamatkan diri. Pilot dan kopilot disebut dikejar hingga ditembak di dekat landasan pacu.

“Kesaksian kami peroleh dari para penumpang yang selamat. Mereka berada di sekitar bandara saat kejadian dan melihat langsung peristiwa tersebut,” jelas Yusuf.

Bandara Korowai Batu merupakan bandara perintis yang tidak memiliki pengamanan tetap. Pascainsiden, Satgas Damai Cartenz mengerahkan 29 personel untuk mengamankan area serta menjaga pesawat sambil menunggu teknisi maskapai.

Aparat juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Hingga kini, pelaku belum ditemukan dan diduga melarikan diri ke arah Yahukimo.

“Hingga saat ini kami masih melakukan pengejaran. Berdasarkan investigasi awal, pelaku diduga melarikan diri ke arah Yahukimo karena posisi bandara berbatasan langsung dengan wilayah tersebut,” tegas Yusuf.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan jalur transportasi udara perintis—yang menjadi akses vital distribusi logistik dan mobilitas warga pedalaman—dapat kembali beroperasi dengan aman.

Di Dekai, Kabupaten Yahukimo, korban penembakan sopir truk tangki air di Poros Jalan Dekai–Lokbon telah dievakuasi ke Jayapura dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.

“Korban saat ini masih dalam observasi medis untuk tindakan pengangkatan proyektil di bahu kiri. Kami memastikan proses penanganan medis berjalan optimal,” ujar Yusuf.

Sementara itu, di Puncak Jaya, seorang warga bernama Ahmad Gunawan (41) meninggal dunia akibat luka tembak di leher kiri yang tembus ke rahang kanan. Korban sempat dirawat di RS Mulia sebelum akhirnya meninggal dunia dan jenazah diberangkatkan ke kampung halaman melalui Makassar.

“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya saudara Ahmad Gunawan. Tim masih melakukan pendalaman terhadap identitas dan jaringan pelaku. Identitas sudah kami kantongi, namun belum dapat kami sampaikan demi kepentingan penyidikan,” jelas Yusuf.

Ia menegaskan bahwa kelompok pelaku di Puncak Jaya berbeda dengan yang beroperasi di Korowai maupun Yahukimo.

“Kami tegaskan, ini kelompok yang berbeda dan penanganannya dilakukan secara terpisah sesuai karakteristik wilayah operasinya,” tambahnya.

Menanggapi isu pergerakan kelompok bersenjata menuju Tanah Merah, Satgas Damai Cartenz meningkatkan kesiapsiagaan personel dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta Forkopimda setempat.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, , menegaskan komitmen aparat dalam menjaga keselamatan masyarakat.

“Kami hadir untuk memastikan masyarakat tetap merasa aman. Setiap aksi kekerasan terhadap warga sipil maupun fasilitas publik akan kami tindak secara tegas, terukur, dan profesional sesuai hukum yang berlaku,” ujar Faizal.

Penguatan pengamanan di sejumlah titik rawan diharapkan mampu meredam eskalasi dan memastikan aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat di Korowai, Yahukimo, dan Puncak Jaya tetap berjalan aman dan terkendali.

TERPOPULER

TERKINI