Samarinda, Satu Indonesia – Balai Besar POM (BBPOM) Samarinda ikut ambil bagian dalam percepatan program MBG di Kalimantan Timur. Bekerja sama dengan Pemprov Kaltim, sejumlah pemerintah daerah, dan Balai POM Balikpapan, langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan pangan berjalan seiring dengan program MBG.
Dalam keterangannya, Kamis (12/02/2026), Kepala BBPOM Samarinda, Agung Kurniawan mengatakan pengawasan akan bersifat preventif dan mengedepankan pembinaan.
Salah satu langkah utama yang akan dilakukan yakni memberikan edukasi kepada pengolah dan penjamah makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi garda terdepan dalam penyediaan makanan.
“Kami menghadirkan edukasi bagaimana cara pengolahan pangan yang baik di lingkup SPPG untuk seluruh penjamah makanan,” jelasnya.
Pembekalan tersebut akan dilakukan melalui pelatihan yang berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta Dinas Kesehatan tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Kegiatan tersebut akan mengundang seluruh SPPG di Kalimantan Timur guna memberi pemahaman mengenai keamanan pangan dapat diterapkan secara merata.
Materi pelatihan meliputi prinsip cara produksi pangan yang baik, sanitasi dan higienitas dapur, pengelolaan bahan baku, hingga penyimpanan makanan sesuai standar. Penjamah makanan juga diberikan pemahaman mengenai potensi risiko kontaminasi dan cara pencegahannya.
Menurut Agung, pelatihan ini bertujuan memastikan makanan yang disajikan kepada sasaran program, termasuk pelajar dan kelompok rentan lainnya, memenuhi standar keamanan serta layak konsumsi.
Berbagai aspek seperti kebersihan peralatan, kesehatan penjamah, dan tata kelola dapur juga menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program.
Selain pelatihan, BBPOM juga terlibat dalam kegiatan kitchen inspection bersama instansi terkait. Pemeriksaan dilakukan secara langsung untuk memastikan standar pengolahan pangan benar-benar diterapkan dan tidak hanya sebatas teori.
Pengawasan terhadap program MBG merupakan wujud komitmen BBPOM dalam mendukung keamanan pangan pada program prioritas pemerintah.
Pendekatan yang ditempuh tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga mencakup pembinaan berkelanjutan agar sistem keamanan pangan di setiap SPPG dapat berjalan konsisten dan sesuai standar.

