Selasa, April 21, 2026
No menu items!

Danantara Kembangkan Pilot Project Ayam Petelur dan Broiler di Paser

Paser, Satu Indonesia – Kabupaten Paser dipilih sebagai pilot project di Kalimantan Timur untuk pengembangan ayam petelur dan broiler fase I, dimana dengan sumber dana berasal dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Bunak), Kabupaten Paser, Djoko Bawono menyatakan bahwa kedepannya, proyek ini akan menggandeng UMKM dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dari sisi produksi hingga offtaker.

Djoko menyebut, proyek ini diawali dengan pembangunan fasilitas Parent Stock (ayam induk) dengan kapasitas minimal 100.000 ekor per sekali proses produksi. Untuk tahap awal, lahan seluas 10 hektar telah disiapkan melalui kerja sama dengan PTPN.

“Hari ini kita lakukan groundbreaking untuk parent stock. Kedepannya, jika ini menjadi kawasan terintegrasi, kita siap memperluas lahan hingga 100 hektar,” ujarnya saat groundbreaking serentak pengembangan hilirisasi ayam petelur terintegrasi di Desa Suatang, Kecamatan Paser Belengkong ini, diselenggarakan oleh Danantara, Jum’at (6/2/2026).

Sementara sebelumnya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Adi Maulana menekankan bahwa terpilihnya Kabupaten Paser sebagai lokasi hilirisasi ternak ayam merupakan sebuah kekayaan yang harus didukung penuh.

Menurutnya, proyek ini bertujuan menjawab kebutuhan masyarakat dan menekan disparitas harga melalui pembangunan pabrik pakan dan rumah potong.

“Kebijakan ini diambil untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kita harus mensyukuri dan mendukung penuh karena Kabupaten Paser menjadi lokasi strategis hilirisasi ini,” ucap Asisten Adi Maulana sebelumnya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Peletakan Batu Pertama Serentak seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking).

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani beserta jajaran saat groundbreaking serentak pengembangan hilirisasi dari Wisma Danantara Indonesia, Jum’at (6/2/2026) | Satu Indonesia/Danantara-HO.

Sementara itu, CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan groundbreaking Enam (proyek) hilirisasi di 13 lokasi dengan total investasi mencapai US$7 miliar.

“Iya (termasuk proyek peternakan ayam),” ucap Rosan pada Selasa (3/2/2026) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Dimana hilirisasi tersebut diantaranya untuk GPS Boiler, GPS Leyer pabrik vaksin dan pabrik obat. Proyek ini dilaksanakan di Kabupaten Malang, Kabupaten Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Kabupaten Bone, Kabupaten Paser dan Kabupaten Sumbawa.

Rosan juga menegaskan program hilirisasi merupakan agenda strategis yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia.

“Sekaligus menjadi salah satu fokus utama Danantara Indonesia dalam mendorong transformasi ekonomi nasional,” tegas Rosan, dalam keterangan resminya usai peresmian dari Wisma Danantara Indonesia, Jum’at (6/2/2026).

Pihaknya berkolaborasi dengan sejumlah perseroan dalam kelolaan Danantara Indonesia, peresmian serentak tersebut menandai dimulainya implementasi proyek prioritas hilirisasi fase I sebagai fondasi penguatan struktur industri nasional dan pengurangan ketergantungan impor secara bertahap. Secara keseluruhan, proyek ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja hingga lebih dari 6.000 pekerja.

Sementara untuk proyek peternakan ayam terintegrasi guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), Danantara menggelontorkan dana Rp20 triliun. Dimana proyek ini diklaim untuk memperkuat swasembada protein, membangun ekosistem unggas dari hulu (pakan & bibit) ke hilir, serta menstabilkan harga. 

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI