Samarinda, Satu Indonesia – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda telah resmi melakukan penyesuaian tarif air PDAM sebesar 9 persen pada tahun ini.
Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas air bersih dan memenuhi kebutuhan air di seluruh wilayah kota.
Dalam keterangannya, Kamis (22/01/2026), Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Nor Wahid Hasyim, mengungkapkan mengenai salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas air, yaitu jaringan pipa. Sebab, menurutnya kondisi jaringan pipa sebagian besar sudah berusia tua.
“Pipa kita memang banyak yang sudah lama, bahkan ada yang dari zaman Belanda. Ada yang dari besi sehingga berkarat dan mengecil, ada juga yang dari asbes semen yang sering bocor,” jelas Nor Wahid.
Menurutnya, penggantian pipa lama menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dilakukan, tetapi tidak bisa direalisasikan sekaligus karena membutuhkan biaya yang sangat besar. Terutama di tengah kondisi keuangan daerah yang mengalami efisiensi pada tahun ini.
Ia melanjutkan, sebagai bentuk antisipasi saat ini Perumdam Tirta Kencana memprioritaskan rehabilitasi pada titik-titik pipa yang paling rawan bocor agar distribusi air tetap berjalan optimal.
”Beberapa pipa kita rehab dulu, terutama yang sering bermasalah. Ini bagian dari upaya efisiensi juga,” ucapnya.
Selain pembenahan jaringan pipa, Perumdam Tirta Kencana juga berupaya meningkatkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi seluruh warga Samarinda. Nor Wahid menyebutkan, target perusahaan adalah mencapai cakupan pelayanan air bersih hingga 100 persen pada tahun 2029.
Dalam waktu dekat, pihaknya berencana akan menambah kapasitas produksi air melalui pengoperasian empat instalasi pengolahan air (IPA) baru.
“Ada empat IPA yang akan segera diresmikan oleh Wali Kota, yaitu di Bendang 2, Gunung Lingai 3, Tirta Kencana 7, dan IPA Brambai,” ungkapnya.
Keberadaan empat instalasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan air dan mengatasi kekurangan air di sejumlah wilayah, khususnya saat musim kemarau.

