Samarinda, Satu Indonesia – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Sosial telah merampungkan pembangunan panti khusus bagi penyandang disabilitas di Jalan Rapak Indah, Samarinda.
Dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2026, fasilitas tersebut diharapkan mampu membantu lebih luas masyarakat difabel yang belum terjangkau layanan pemerintah.
Dalam keterangannya, Jum’at (16/01/2025), Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan sosial, khususnya bagi masyarakat dengan keterbatasan fisik. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan serta peningkatan kapasitas pelayanan di berbagai panti.
“Pembangunan panti sosial penyandang disabilitas sudah selesai, dan akan beroperasi 2026 ini,” katanya.
Panti khusus difabel tersebut memiliki daya tamping cukup besar yakni hingga 200 orang.
“Hingga saat ini, layanan sementara bagi disabilitas baru menjangkau 30 orang. Kita mentargetkan sampai 80 orang. Tapi tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah,” ujarnya.
Berbeda dengan panti sosial maupun rumah singgah biasanya, panti itu dirancang sebagai pusat pelatihan dan pengembangan bakat untuk difabel, dengan target difabel dapat hidup mandiri kedepannya. Layanan ini juga ditujukan bagi difabel yang masih memiliki keluarga, namun kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan dasar.
“Kita jadikan tempat ini menjadi pusat pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Selain itu, kami juga melakukan penguatan bagi petugas (pelayanan buat difabel) agar pelayanan yang diberikan semakin prima,” jelas Andi.
Di sisi lain, Dinsos Kaltim juga tengah berupaya keras menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan sosial hingga 4 persen tahun ini, di tengah keterbatasan anggaran saat ini.
“Saat ini angka kemiskinan masih berada pada kisaran 5,17 persen,” ucapnya.
Untuk mencapai target itu, pemerintah siap memperkuat program bagi keluarga penerima manfaat, yaitu dengan pemberian bantuan usaha bagi 1.500 warga supaya mereka bisa menghasilkan karya atau produk secara mandiri.
“Meskipun ada penghematan anggaran, nilai bantuan tetap sama, yakni Rp5 juta untuk tiap orang,” pungkasnya.

