Selasa, Januari 20, 2026
No menu items!

Lampu Jembatan Mahkota II Samarinda Padam karena Kabel Dicuri, Dishub Ingatkan Warga Waspada

Samarinda, Satu Indonesia – Sejumlah lampu penerangan di Jembatan Achmad Amins alias Jembatan Mahkota II, Samarinda, Kalimantan Timur padam akibat aksi pencurian kabel oleh oknum tak bertanggung jawab.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, Dinas Perhubungan Kota Samarinda mencatat cukup banyak titik penerangan yang padam. Lampu sorot berdaya 260 watt tercatat padam di 32 titik, lampu sorot 480 watt sebanyak 28 titik, serta Penerangan Jalan Umum (PJU) sekitar 20 unit.

Selama ini padamnya lampu tersebut umumnya disebabkan gangguan pada jaringan sambungan kabel listrik, bukan kerusakan pada unit lampu. Namun pada kejadian terbaru, kabel diketahui hilang setelah dicongkel pencuri.

Dishub Samarinda memperkirakan nilai kerugian akibat aksi pencurian kabel lampu penerangan itu mencapai sekitar Rp200 juta. Namun nilai tersebut masih bersifat sementara dan terus dihitung secara rinci dengan mempertimbangkan aspek teknis perbaikan.

Dalam keterangannya, Kamis (08/01/2025), Kepala Bidang Prasarana Dishub Samarinda, Ayatullah, mengatakan kerugian tidak hanya berasal dari nilai material kabel yang hilang. Biaya lain juga muncul dari proses perbaikan jaringan, penyambungan ulang, hingga penggunaan tenaga kerja dengan tingkat risiko tinggi.

“Perbaikannya tidak seperti di rumah. Pekerjaan dilakukan di pinggir dan bawah jembatan, ada faktor angin dan keselamatan, sehingga itu semua memengaruhi besaran biaya,” ujar Ayatullah.

Ia juga menjelaskan jaringan kabel lampu jembatan berada di sisi samping dan bawah struktur jembatan. Posisi tersebut dinilai cukup rawan sehingga berpotensi mengalami gangguan, termasuk pencurian.

“Lampunya masih dalam kondisi baik. Yang hilang itu kabelnya. Kalau satu jalur kabel dipotong, dampaknya bisa ke beberapa lampu sekaligus,” katanya.

Himbauan Agar Warga Waspadai Pencurian Kabel PJU

Maraknya pencurian kabel penerangan jalan mendorong Dishub Samarinda untuk mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan.

Kepala Bidang Prasarana Dishub Samarinda, Ayatullah, mengatakan pencurian kabel telah terjadi berulang kali.

Baca Juga:  Kelompok Swadaya Masyarakat Bakal Dilibatkan Kurangi Sampah di Balikpapan

Dalam beberapa kasus, aktivitas pelaku sebenarnya disaksikan oleh warga, namun tidak disadari sebagai tindak pencurian karena pelaku mengenakan pakaian teknis sehingga tampak seperti petugas.

“Sering kali itu sebenarnya dilihat warga setiap hari, tapi karena pelaku pakai baju teknis, masyarakat tidak menyadari bahwa itu pencurian,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, pencurian kabel menjadi salah satu penyebab utama padamnya lampu jalan, meski unit lampu masih dalam kondisi baik. Dishub terus melakukan perbaikan agar penerangan kembali normal, meskipun harus dikerjakan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan.

Dishub Samarinda juga mengakui keterbatasan pengawasan di lapangan. Hingga kini, belum tersedia CCTV khusus untuk memantau jaringan kabel di sisi dan bawah struktur jembatan, sementara kamera yang ada hanya difungsikan untuk pemantauan arus lalu lintas.

“Kami tidak bisa mengawasi selama 24 jam. Karena itu, peran masyarakat sangat penting untuk membantu pengawasan,” katanya.

Ayatullah mengimbau warga segera melapor jika melihat orang membawa peralatan atau melakukan aktivitas mencurigakan di sekitar lampu dan jaringan kabel.

Laporan dapat disampaikan melalui barcode pada tiang PJU yang terhubung dengan sistem pelaporan atau melalui WhatsApp pengaduan PJU di nomor 0821 5588 11270.

Setiap laporan masyarakat akan langsung ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan. Jika kerusakan bersifat ringan dan suku cadang tersedia, perbaikan dapat segera dilakukan, namun jika disebabkan pencurian kabel, penanganan membutuhkan waktu lebih lama karena harus melalui perhitungan teknis dan anggaran.

Dishub Samarinda juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di Jembatan Achmad Amins, mengingat penerangan di sejumlah titik belum sepenuhnya normal.

“Penerangan jalan ini milik bersama. Kalau lampu terang, masyarakat juga yang merasakan manfaatnya. Mari kita jaga bersama,” tegas Ayatullah.

TERPOPULER

TERKINI

Detik-Detik Evakuasi Dramatis Tiga Pemancing Terjebak di Sungai Cipamingkis

https://youtube.com/shorts/I4WGGTn1n3c?si=RwQsQTQN-BHxswrUBogor, Satu Indonesia – Tiga pemancing terjebak di Sungai Cipamingkis, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/01/2026) setelah arus mendadak deras. Mereka tak bisa kembali...