Selasa, Januari 20, 2026
No menu items!

Jalan Perbatasan Indonesia–Malaysia di Kaltara Rusak Parah, Pembangunan dan Ekonomi Rakyat Terhambat

Nunukan, Satu Indonesia – Kondisi jalan negara di perbatasan Indonesia–Malaysia masih memprihatinkan, dengan kerusakan parah yang belum tertangani.

Sejak Indonesia merdeka, jalur tersebut tidak pernah ditingkatkan dari jalan tanah menjadi jalan mantap, baik diaspal maupun disemenisasi.

Jalan rusak itu merupakan penghubung antara Kecamatan Krayan dengan Krayan Tengah dan Krayan Timur di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Menurut laporan Niaga Asia, pada Jum’at (09/01/2026), anggota DPRD Nunukan, Ryan Antoni membeber kondisi jalan negara tersebut.

“Status jalan yang tak pernah disentuh pemeliharaan dan peningkatan itu jalan negara, artinya dalam kewenangan pemerintah pusat untuk membangun atau meningkatkan jadi jalan nasional yang layak bagi transportasi. Kondisi jalan negara itu hingga kini masih jalan tanah,” katanya.

Menurut Ryan, pada tahun 2025 lalu sejumlah anggota DPRD Nunukan melakukan kunjungan ke sejumlah kementerian/lembaga negara di Jakarta, sekaligus  menyampaikan aspirasi dan keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan di Krayan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Sayangnya hingga kini belum ada informasi dari pemerintah pusat bahwa jalan di perbatasan negara itu akan ditingkatkansebagaimana harapan masyarakat,” lanjutnya.

Masyarakat setempat pun berharap agar pemerintah pusat memperbaiki atau meningkatkan kualitas jalan negara di perbatasan dengan Malaysia, misalnya dengan dilakukan pengerasan dan secara bertahap diaspal.

“Sekarang ini agar jalan fungsional atau bisa sekedar dilewati truk doubel gardan (4×4) masyarakat dan anak sekolah yang gotong royong memperbaikinya,” ujarnya.

Ia juga meminta agar pemerintah pusat tidak setengah-tengah dalam menganggarkan perbaikan jalan di wilayah Krayan, harus ada peningkatan kualitas jalan setiap tahun agar jalan yang sudah terbangun tidak kembali mengalami kerusakan.

“Kalau skema perbaikan jalan sebatas poles-poles di lapisan atas percuma saja, kualitas jalan tidak meningkat dan disaat hujan pasti kembali menjelma jadi gubangan,” ungkapnya.

Jalan Rusak Jadi Hambatan Pembangunan di Krayan

Kondisi jalan yang rusak parah tersebut tak pelak telah menghambat  pembangunan daerah di seluruh wilayah Krayan.

Berbagai infrastruktur publik tak dapat dibangun akibat tiada kontraktor yang berminat. Banyak proyek Pemkab Nunukan di Krayan, Krayan Tengah, dan Krayan Timur tak diminati kontraktor sebab adanya kesulitan mengangkut bahan bangunan melalui jalan rusak tersebut.

Misalnya di Krayan Timur, ada pekerjaan perbaikan jembatan Wa’ Yagung, tapi pekerjaan perbaikan belum selesai, karena sulitnya mendatangkan bahan atau material dan BBM yang diperlukan saat memperbaiki jembatan.

Kemudian rusaknya jalan negara itu juga mempersulit mobilitas penduduk. Anak-anak kesulitan berangkat ke sekolah, perdagangan hasil pertanian macet sehingga ekonomi rakyat sulit untuk berkembang.

Pusat perdagangan masyarakat yang terpusat di Long Bawan, Kecamatan Krayan, dari sana barang-barang dikirim ke Kecamatan Krayan Timur dan Krayan Tengah. Tanpa akses jalan yang baik, roda perekonomian masyarakat di Krayan Timur dan Krayan Tengah, tak berputar.

Belum lagi dengan musim hujan yang merubah jalan tanah tersebut menjadi kubangan dan penuh lumpur. Persoalan jalan negara yang terjadi terjadi sekian lama ini belum mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

“Persoalan ini bukan hal baru, kami sudah berulang kali menyuarakan minta pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten memperbaiki jalan di Krayan,” tegas Ryan.

TERPOPULER

TERKINI

Detik-Detik Evakuasi Dramatis Tiga Pemancing Terjebak di Sungai Cipamingkis

https://youtube.com/shorts/I4WGGTn1n3c?si=RwQsQTQN-BHxswrUBogor, Satu Indonesia – Tiga pemancing terjebak di Sungai Cipamingkis, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/01/2026) setelah arus mendadak deras. Mereka tak bisa kembali...