Selasa, Januari 20, 2026
No menu items!

Modus Jadi Donatur, Pria Misterius Berhasil Hancurkan Masjid di Gunungkidul

Gunungkidul, Satu Indonesia – Warga Pedukuhan Gari, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta tertipu janji pembangunan masjid baru. Harapan memiliki masjid baru yang lebih megah berubah menjadi kehilangan masjid satu-satunya di kampung mereka. Masjid Al Huda, yang selama ini menjadi jantung ibadah bagi 850 jiwa, kini tinggal puing akibat janji palsu seorang “donatur misterius” yang ternyata penipu ulung.

Syarat Aneh: Bongkar Dulu, Dana Cair Kemudian

Pada awalnya dua pria mendatangi pengurus masjid dan menjanjikan dana renovasi fantastis hingga 99%. Namun, mereka mengajukan syarat mutlak yang sangat mencurigakan: masjid lama harus segera dibongkar total dan takmir dilarang keras mencari donatur lain. Terbuai impian punya masjid baru, warga pun menuruti syarat tersebut dan merobohkan bangunan pada November 2025 lalu.

Setelah masjid benar-benar rata dengan tanah, sang donatur “sultan” itu pun lenyap ditelan bumi. Yayasan yang namanya dicatut pun mengaku tidak tahu-menahu. Akibatnya fatal, ratusan warga kini kehilangan tempat ibadah dan terpaksa berdesakan di musala-musala kecil. Penipuan ini benar-benar memukul mental satu kampung.

Meski menjadi korban kejahatan yang keji, warga memilih untuk memaafkan. Ketua Takmir, Budi Antoro, menegaskan mereka tidak akan lapor polisi.  

“Biar Allah yang memberikan peringatan,” ujarnya.

Kini, dengan sisa tenaga dan semangat gotong royong, warga mulai membangun kembali pondasi masjid dari nol dan membuka donasi bagi masyarakat luas.

Pengurus pun hanya menerima donasi tanpa syarat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain donasi berupa uang, ada juga donatur yang memberikan bantuan berupa material bangunan.

Budi menjelaskan, donasi tanpa syarat yakni donasi yang diberikan tanpa adanya keinginan dari donatur untuk meminta sesuai sebagai imbal baliknya. Seperti pemasangan prasasti saat pembangunan Masjid Al Huda selesai. Pasalnya, ada salah satu yayasan yang hendak berdonasi namun ingin mencantumkan prasasti pada masjid jika sudah selesai pembangunannya.

“Kalau ada donasi dari yayasan dan ingin memasang prasasti tidak diterima. Intinya kita tetap terima donasi tapi bersifat tidak mengikat dan bersyarat,” ucapnya.

Di sisi lain, Budi menyebut saat ini tahapan pembangunan Masjid Al Huda terus berlangsung. Di mana tahapan pembangunan masih berkutat pada pembuatan talud.

“Saat ini pembangunan masih tahap menyelesaikan talud,” katanya.

Terkait target penyelesaian pembangunan Masjid, Budi mengaku kemungkinan akan memakan waktu yang cukup lama. Mengingat sesuai rancangan anggaran biaya (RAB) membutuhkan Rp 1,8 miliar.

“Untuk target selesai kapan, bisa 1, 1,5 bahkan bisa 2 tahun. Tapi yang penting pembangunan masjid ini tetap jalan terus,” ujarnya.

TERPOPULER

TERKINI

Detik-Detik Evakuasi Dramatis Tiga Pemancing Terjebak di Sungai Cipamingkis

https://youtube.com/shorts/I4WGGTn1n3c?si=RwQsQTQN-BHxswrUBogor, Satu Indonesia – Tiga pemancing terjebak di Sungai Cipamingkis, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/01/2026) setelah arus mendadak deras. Mereka tak bisa kembali...