Kamis, April 30, 2026
No menu items!

Laporan Menko PMK Soal Penanganan Bencana Prioritas Nasional di Aceh, Sumut dan Sumbar 

Jakarta, Satu Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno bersama para menteri dan kepala lembaga menyampaikan perkembangan penanganan tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Terkait penanganan bencana, Pemerintah menetapkan bencana di wilayah Sumatera sebagai prioritas nasional dengan mengerahkan seluruh sumber daya kementerian dan lembaga untuk memastikan pemulihan berjalan cepat, terkoordinasi, dan menyeluruh.

Dalam keterangan resminya pada Kamis (19/12/2025), Menko PMK menyampaikan duka cita mendalam atas jiwa korban akibat bencana serta menegaskan kehadiran negara bagi masyarakat terdampak, khususnya para pengungsi. Pemerintah, lanjutnya, terus bekerja tanpa henti untuk memulihkan kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur dasar agar masyarakat dapat segera bangkit.

“Kerja seluruh elemen masyarakat yang bahu-membahu dalam solidaritas dan gotong-royong, dan keseriusan pemerintah yang telah menetapkan bencana Sumatera sebagai prioritas nasional, dengan mengerahkan seluruh sumber daya nasional, mengerahkan seluruh kementerian dan lembaga,” ujar Menko PMK dalam konferensi pers di Base Ops Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Konektivitas dan transportasi sebagian besar ruas jalan nasional dan provinsi diklaim kembali terhubung

Pada sektor konektivitas dan transportasi, Menko PMK menjelaskan bahwa sebagian besar ruas jalan nasional dan provinsi di wilayah terdampak telah kembali terhubung secara bertahap. Di Provinsi Aceh, sejumlah jalur strategis seperti Lhokseumawe-Langsa, Langsa-Kuala Simpang, Kuala Simpang-batas Sumatera Utara, jalur KKA Bener Meriah-Takengon, serta Banda Aceh-Aceh Tengah melalui Beutong Ateuh sudah mulai dapat dilalui dan terus dilakukan perbaikan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Praktikno bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi dan Panglima TNI Agus Subiyanto saat konferensi pers di Base Ops Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025) | Satu Indonesia/Kemenko PMK-HO.

Di Sumatera Utara, konektivitas antarwilayah seperti Padangsidempuan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Mandailing Natal sebagian besar telah pulih, meskipun masih terdapat titik rawan longsor, jalan amblas, dan penggunaan jembatan darurat. Sementara di Sumatera Barat, perbaikan jalan nasional Padang–Bukittinggi melalui Lembah Anai telah mencapai kemajuan lebih dari 90 persen.

“Alat berat, alutsista, dan berbagai macam instrumen pemulihan infrastruktur transportasi, terus dikerahkan dengan keahlian untuk percepatan,” tegasnya.

Jaringan listrik dan komunikasi sebagian besar kabupaten/kota diklaim berangsur pulih

Terkait layanan dasar, Menko PMK menyampaikan bahwa jaringan listrik dan komunikasi di sebagian besar kabupaten/kota telah berangsur pulih. Namun, di wilayah terpencil masih memerlukan dukungan perangkat darurat seperti Starlink, radio HT, dan telepon satelit.

Pemenuhan air bersih diklaim kembali normal

Sementara pemenuhan air bersih di Sumatera Barat dan Sumatera Utara umumnya telah kembali normal, sementara di beberapa wilayah Aceh masih dilakukan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dan fasilitas darurat udara.

Pasokan BBM dan gas diklaim relatif stabil

Pasokan BBM dan gas di sejumlah wilayah seperti Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Bener Meriah, dan Aceh Tengah masih terdapat kendala akibat gangguan distribusi.

Namun menurut pemerintah kondisi tersebut relatif stabil. Dimana upaya pemerintah bersama relawan terus memperkuat pasokan logistik, termasuk pemanfaatan pesawat dan helikopter untuk mendistribusikan bantuan dan transportasi hasil pertanian masyarakat terdampak.

Memasuki fase transisi, sejumlah daerah telah menetapkan status transisi darurat menuju pemulihan. Pembangunan perumahan sementara (huntara) dan perumahan tetap (huntap) mulai berjalan di berbagai wilayah dengan melibatkan kolaborasi TNI, Polri, dan kementerian/lembaga terkait. Pembangunan Huntara dan Huntap ditargetkan rampung bertahap antara satu hingga dua setengah bulan, sesuai kondisi dan kesiapan lahan.

“Inilah ikhtiar kita bersama: Sumatera pulih lebih baik, bangkit lebih tangguh, serta tumbuh bersama alam yang lestari dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

Buah Cempedak, Si Legit yang Baik untuk Kesehatan

Samarinda, Satu Indonesia – Siapa tak kenal dengan buah cempedak? Buah yang satu ini terkenal dengan aromanya yang sangat kuat, tajam, dan khas, sering...