Samarinda, Satu Indonesia – Terkadang orang tua merasa bingung ketika bayi yang tampak tenang di gendongan langsung menangis begitu diletakkan di tempat tidur.
Situasi ini sebenarnya cukup umum terjadi dan bisa membuat orang tua merasa khawatir atau kelelahan.
Menangis adalah cara bayi berkomunikasi, dan ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebabnya, mulai dari kebutuhan fisik hingga rasa tidak nyaman.
Dengan memahami alasan di balik tangisan tersebut, orang tua dapat menemukan cara yang lebih tepat untuk menenangkan si kecil dan membuat waktu istirahat menjadi lebih nyaman bagi semua. Dilansir dari Alodokter, berikut penjelasan lengkapnya!
Inilah Penyebab Bayi Menangis Saat Diletakkan
Berikut ini adalah beberapa penyebab bayi menangis saat diletakkan:
1. Ingin dekat dengan orang tua
Salah satu penyebab bayi menangis saat diletakkan adalah karena ia ingin dekat dengan orang tuanya. Pada masa awal kehidupannya, bayi menangis saat diletakkan karena merasa butuh kedekatan dan kehangatan dari Bunda atau Ayah.
Saat digendong, Si Kecil merasakan detak jantung, suara, dan sentuhan lembut orang tua yang membuatnya merasa aman. Begitu diletakkan, bayi kehilangan sensasi nyaman ini, sehingga sering menangis untuk meminta kembali berada di pelukan.
2. Merasa lapar atau ingin menyusu
Merasa lapar atau ingin menyusu juga bisa membuat bayi menangis saat diletakkan. Karena Si Kecil belum bisa mengungkapkan kebutuhan makan secara langsung, sehingga menangis menjadi salah satu cara untuk memberi sinyal bahwa ia butuh disusui.
Bila Anda mendapati Si Kecil gelisah dan menangis saat diletakkan, bisa jadi ia ingin segera menyusu agar merasa kenyang dan tenang.
3. Popok basah
Bayi menangis saat diletakkan juga bisa disebabkan oleh popok yang basah. Soalnya, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada kulitnya.
Saat popok sudah penuh atau lembap, bagian dalamnya terasa dingin, lengket, dan mengiritasi kulit bayi. Ketika digendong, ketidaknyamanan ini mungkin tidak terlalu terasa karena posisinya lebih bebas.
Namun begitu diletakkan, area sekitar popok mendapat tekanan sehingga rasa dingin, lembap, atau gesekan pada kulit menjadi lebih kuat. Selain itu, kulit bayi yang masih sangat sensitif juga mudah mengalami iritasi atau gatal akibat kelembapan berlebihan.
4. Pakaian bayi kurang nyaman
Si Kecil menangis saat diletakkan? Mungkin, pakaian yang digunakan kurang nyaman. Ini karena kulit bayi sangat sensitif dan mudah terganggu oleh gesekan atau tekanan ringan. Ketika bayi digendong, pakaian biasanya tidak terlalu menekan tubuhnya sehingga ia masih merasa nyaman.
Namun, saat ia diletakkan di kasur atau boks bayi, gesekan dari bahan yang kasar, pakaian yang terlalu ketat, label pakaian yang menusuk kulit, atau lipatan baju yang mengganjal akan terasa lebih jelas pada kulitnya.
Ditambah lagi, bahan pakaian yang tidak menyerap keringat bisa membuat tubuh bayi terasa panas atau lembap, sehingga ia merasa semakin tidak nyaman ketika berbaring.
5. Kolik
Bayi menangis saat diletakkan juga dapat terjadi karena kolik. Saat mengalami kolik, perut bayi biasanya dipenuhi gas, sehingga terasa kembung dan seperti ditekan dari dalam. Ketika bayi diletakkan dalam posisi telentang, tekanan pada perut akan semakin kuat, membuat rasa nyeri atau tidak enaknya bertambah.
Selain itu, saat berada dalam pelukan Bunda, posisi tubuh Si Kecil biasanya lebih tegak sehingga gas lebih mudah bergerak dan rasa kembung sedikit berkurang. Pelukan dari Bunda juga memberikan rasa hangat dan aman yang dapat membantu meredakan sensasi tidak nyaman akibat kolik.
Namun, ketika tubuhnya diletakkan, rasa nyaman yang ia dapatkan saat digendong ikut menghilang dan sensasi ‘penuh’ di perut kembali muncul, membuatnya menangis. Selain itu, pencernaannya yang masih berkembang juga membuat bayi lebih peka terhadap rasa tidak nyaman sekecil apa pun.
6. Gangguan pencernaan
Gangguan pencernaan bisa menjadi salah satu alasan bayi menangis saat diletakkan. Soalnya, kondisi ini bisa membuat perut Si Kecil terasa tidak nyaman, terutama ketika berada dalam posisi telentang.
Saat dibaringkan, tekanan pada area perut akan meningkat, sehingga rasa kembung, gas yang terperangkap, atau sensasi perih akibat refluks bisa semakin terasa. Berbeda dengan saat ia digendong, posisi tegak dapat membantu mengurangi tekanan dan membuat udara dalam perutnya lebih mudah bergerak, Bun. Makanya, Si Kecil akan lebih nyaman saat digendong.
7. Rasa lelah berlebihan
Bayi yang terlalu lelah justru lebih sulit tidur. Ketika sudah sangat mengantuk, sistem sarafnya menjadi tidak stabil, sehingga ia mudah kaget, rewel, dan menangis saat diletakkan. Rasa lelah berlebihan ini bisa membuat Si Kecil butuh lebih banyak bantuan untuk menenangkan diri.
8. Suhu ruangan terlalu panas
Suhu ruangan atau kamar yang terlalu panas juga dapat menjadi pemicu bayi menangis saat diletakkan. Bayi mudah merasa gerah, apalagi kalau pakaian yang digunakan juga tebal atau tempat tidurnya kurang sejuk. Lingkungan yang tidak nyaman ini membuat bayi rewel dan sulit tenang.
Selain itu, bayi belum bisa mengatur suhunya dengan baik seperti orang dewasa, sehingga kondisi ruangan yang panas akan membuat tubuhnya cepat berkeringat, rewel, dan gelisah. Tangisan pun menjadi cara paling mudah bagi Si Kecil untuk memberitahu bahwa ia tidak nyaman dan membutuhkan lingkungan yang lebih sejuk.
9. Sakit
Ketika bayi sedang sakit, tubuhnya menjadi jauh lebih sensitif dibanding biasanya. Karena kondisi tubuh yang lemah membuat ia lebih mudah merasa tidak nyaman meski hanya berbaring sebentar.
Makanya, tangisan menjadi cara Si Kecil memberitahu bahwa ia sedang tidak nyaman dan butuh perhatian khusus dari orang tua dan dokter.
Tips Menenangkan Bayi Menangis Saat Diletakkan
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Bunda dan Ayah lakukan untuk menenangkan bayi menangis saat diletakkan, sehingga Si Kecil bisa merasa lebih nyaman dan orang tua pun jadi lebih tenang dalam merawatnya:
- Pastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi, misalnya dengan memastikan Si Kecil sudah kenyang dan popoknya kering.
- Jika bayi menangis saat diletakkan, coba tenangkan dengan menggendong dan memeluk. Soalnya, kehangatan dan sentuhan orang tua membuat bayi merasa aman.
- Atur pencahayaan ruangan agar tidak terlalu terang dan minimalkan kebisingan di sekitar bayi. Suasana yang tenang bisa membantu bayi tidur lebih nyaman meski tidak digendong.
- Putar suara lembut, seperti white noise, suara AC, atau kipas angin, untuk memberikan efek menenangkan sehingga bayi lebih mudah tertidur saat diletakkan.
- Pastikan posisi tidur bayi nyaman
- Bedong bayi bisa memberikan rasa aman, sehingga membuatnya lebih rileks saat diletakkan
- Jangan langsung meletakkan bayi ketika ia masih sangat terjaga. Bunda bisa memeluknya dulu sampai ia mengantuk, lalu letakkan perlahan agar bayi punya waktu beradaptasi.
- Pastikan suhu ruangan tidak terlalu panas atau dingin.
- Lakukan rutinitas sebelum tidur, seperti mandi air hangat atau pijat lembut

