Senin, Mei 25, 2026
No menu items!

Gudang Pemalsu Tepung Digerebek Polres Tasikmalaya, Ratusan Karung Disita

Tasikmalaya, Satu Indonesia – Polres Tasikmalaya berhasil menggerebek gudang pemalsu tepung terigu di wilayah Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya.

Gudang khusus tersebut diketahui milik seorang pria berinisial NM (36) yang merupakan warga Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Pelaku telah memalsukan tepung terigu bermerek Segitiga Biru dan Dahlia untuk dijual kembali ke pasaran.

Dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025), Kepala Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Herman Saputra mengatakan, pelaku diringkus saat kepolisian menggerebek gudang tersebut.

“Kami telah menangkap pelaku saat digerebek gudang tempat pemalsuan tepung terigu dua merk terkenal. Beberapa barang bukti langsung diamankan seperti 413 karung label Bogasari, Segitiga Biru dan 64 lembar karung label Dahlia palsu, serta puluhan karung berisi tepung palsu yang telah dikemas oleh pelaku,” ujar AKP Herman.

Herman menyebut, pemalsuan isi dan kemasan tepung terigu tersebut telah dilakukan selama dua bulan terakhir. Pelaku awalnya membeli tepung terigu berkualitas rendah, kemudian dikemas ulang menggunakan karung bermerek yang dicetak sendiri dan dijahit ulang agar terlihat seperti produk asli.

“Selama dua bulan itu, pelaku mengaku telah menjual kemasan tepung terigu dua merk palsu itu sekitar 480 karung. Dengan harga tepung Segitiga Biru palsu Rp 189 ribu dan Dahlia Rp 171 ribu dengan berat kemasan 25 kilogram,” lanjutnya.

Produk-produk palsu tersebut dijual ke sejumlah toko di wilayah Tasikmalaya dan Ciamis dengan harga lebih murah dari produk resmi.

Saat ini, pelaku diamankan di Ruang Tahanan Mako Polres Tasikmalaya Kota dan dijerat Pasal 62 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Ancamannya paling lama penjara 5 tahun dan denda sampai Rp 5 miliar rupiah,” pungkasnya.


TERPOPULER

TERKINI

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, BRIN Hadirkan Mi Non-Terigu Komoditas Lokal

Jakarta, Satu Indonesia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Kimia Molekuler berupaya mengembangkan mie non-terigu berbasis komoditas lokal untuk mendukung...